Demo Cihideung Hilir Kuningan: Ini Dia Sosok Kepala Desa yang Mundur Bersama 12 Perangkatnya
Demo warga Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, hingga membuat kepala desa dan 12 perangkatnya mengundurkan diri.-Agus Panther-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Ribuan warga Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, turun ke jalan dan mengepung balai desa pada Senin, 5 Januari 2026.
Aksi besar-besaran tersebut berujung pada pengunduran diri Kepala Desa Cihideung Hilir bersama 12 perangkat desanya.
Demonstrasi ini menjadi puncak akumulasi kekecewaan warga yang selama berbulan-bulan menuntut kejelasan terkait pengelolaan Dana Desa serta realisasi berbagai program pembangunan yang dinilai tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sejak pukul 08.00 WIB, massa dari berbagai dusun mulai berdatangan dan memenuhi halaman Balai Pemerintahan Desa Cihideung Hilir.
BACA JUGA:Ratusan Rumah di Mundu Terendam Banjir, Hari Ini Warga Bersih-bersih
BACA JUGA:Lebih dari 140 Pejabat Kuningan Dirotasi, Pelantikan Unik di Kebun Raya!
Mereka membawa poster, spanduk, serta pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan secara terbuka. Jumlah warga yang terus bertambah membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena massa meluber hingga ke badan jalan.
Situasi mulai memanas menjelang pukul 09.00 WIB. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando. Salah satu spanduk besar yang dibentangkan massa menjadi pusat perhatian.
Spanduk tersebut menampilkan ilustrasi sosok pria bermahkota layaknya raja, dikelilingi simbol kemewahan seperti mobil mewah, sepeda motor besar, tumpukan uang, serta bangunan megah.
Di bagian bawahnya tertulis kalimat bernada tudingan yang menyiratkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa.
BACA JUGA:5 Tanaman Hias Indoor Ini Bisa Bikin Pikiran Tenang, Nomor 3 Favorit Banyak Orang
Tak lama berselang, massa membakar ban bekas di tengah kerumunan. Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dan terlihat dari jarak jauh, menarik perhatian warga sekitar serta pengguna jalan.
Untuk mengantisipasi situasi agar tidak semakin memburuk, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP segera membentuk barikade pengamanan. Petugas berupaya memadamkan api serta menjaga agar aksi tetap berlangsung kondusif.
Hingga sekitar pukul 10.30 WIB, aksi masih dapat dikendalikan meski diwarnai teriakan dan orasi bernada keras.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


