Dukung Ketahanan Pangan, WBP Lapas Kuningan Sukses Budidaya Selada Bokor
Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Kuningan budidaya selada bokor hingga berhasil memanennya dengan total produksi mencapai 15,2 kilogram.-Istimewa-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan produktif.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui budidaya selada bokor yang berhasil dipanen dengan total produksi mencapai 15,2 kilogram.
Budidaya selada bokor ini dilakukan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian Lapas Kelas IIA Kuningan.
Panen perdana dilaksanakan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kuningan, serta dihadiri seluruh unsur lapas sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan berbasis kemandirian.
BACA JUGA:Banjir Ancam Perumahan di Mundu Cirebon, Warga Desak Perbaikan Tanggul Sungai Kalilunyu
Kalapas Kuningan, Sukarno Ali, menjelaskan bahwa kegiatan panen selada bokor merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang melibatkan WBP sejak tahap penanaman hingga perawatan tanaman hortikultura.
“Panen ini merupakan bukti nyata hasil pembinaan kemandirian yang kami jalankan secara konsisten. WBP dilibatkan langsung agar memiliki pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian,” ujarnya, Selasa (7/1).
Menurutnya, program pertanian ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif seperti etos kerja, tanggung jawab, dan kemandirian bagi warga binaan.
“Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin membekali WBP dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis dan dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
BACA JUGA:Curug Muara Jaya Majalengka: Air Terjun Tertinggi yang Bikin Takjub Sekali Lihat
BACA JUGA:Lelah dengan Hiruk Pikuk Kota? Ini 11 Spot Healing di Kuningan yang Bikin Pikiran Langsung Adem
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan pemberdayaan potensi produktif warga binaan.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan melakukan diversifikasi tanaman hortikultura.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


