Daya Motor

Dana Desa 2026 Turun Drastis, Program Desa Terancam Mangkrak: Begini Dampaknya untuk Warga

Dana Desa 2026 Turun Drastis, Program Desa Terancam Mangkrak: Begini Dampaknya untuk Warga

Bendahara Umum APDESI Kabupaten Indramayu, Ino Norita memberikan keterangan terkait penurunan pagu Dana Desa tahun 2026.-Anang Syahroni-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Penetapan pagu Dana Desa (DD) tahun 2026 oleh pemerintah pusat memicu kegelisahan di tingkat desa. 

Pasalnya, alokasi Dana Desa tahun depan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada keberlangsungan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Di Kabupaten Indramayu, penurunan Dana Desa terasa sangat tajam. Desa-desa yang sebelumnya menerima alokasi lebih dari Rp1 miliar, pada tahun 2026 hanya memperoleh Dana Desa di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta. 

BACA JUGA:Waspada Modus Kejahatan, Ini Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI

BACA JUGA:Heboh Mini Zoo di Plangon, Pemkab Cirebon Segera Lakukan Pengecekan Lapangan

Bahkan, pagu tertinggi Dana Desa di Indramayu hanya mencapai sekitar Rp373 juta, sementara terendah berada di angka Rp249 juta.

Penurunan anggaran ini diduga kuat sebagai imbas dari kebijakan pemerintah pusat yang memprioritaskan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa. 

Program nasional tersebut menjadi salah satu fokus utama penggunaan Dana Desa pada tahun anggaran 2026.

Pengurus Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Indramayu, Ino Norita, membenarkan adanya penurunan drastis pagu Dana Desa tahun depan. 

BACA JUGA:Banjir Ancam Perumahan di Mundu Cirebon, Warga Desak Perbaikan Tanggul Sungai Kalilunyu

Ia menyebutkan, kebijakan ini merupakan konsekuensi langsung dari program prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan bersifat final.

“Pagu Dana Desa tahun 2026 sudah ditetapkan dengan batas tertinggi nasional sebesar Rp373 juta. Ketentuan ini tidak bisa ditolak oleh desa,” ujar Ino Norita saat ditemui, Rabu (7/1).

Menurutnya, dengan menyusutnya Dana Desa, berbagai program desa berpotensi besar tidak dapat berjalan optimal. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait