Daya Motor

KPCT Geram! Tempat Hiburan Dinilai Rusak Nilai Religius Cirebon Timur

KPCT Geram! Tempat Hiburan Dinilai Rusak Nilai Religius Cirebon Timur

Ketua Kaukus Peduli Cirebon Timur (KPCT), Qorib Magelung Sakti. -DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kaukus Peduli Cirebon Timur (KPCT) menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya tempat hiburan di wilayah Cirebon Timur yang dinilai mengabaikan sendi-sendi adat istiadat serta kearifan lokal.

Ketua KPCT, Qorib Magelung Sakti menilai ada upaya pihak-pihak tertentu yang mendorong Cirebon Timur menjadi kawasan bebas hiburan tanpa mempertimbangkan karakter wilayah tersebut. 

Hal itu disampaikannya kepada radarcirebon.com, Sabtu 10 Januari 2026 melalui pesan singkat WhatsApp.

BACA JUGA:Aktivis Soroti FCTM, Dinilai Kehilangan Ruh Perjuangan Pemekaran Cirebon Timur

BACA JUGA:Minta Restu Bupati Imron, Paku Wetan Siap Bawa Cirebon Timur Jadi Pusat Kuliner dan Wisata Baru

BACA JUGA:Kapan Cirebon Timur Mekar? DPRD Jabar Ungkap Syarat dan Kekurangan yang Harus Dikejar

“Kami sangat prihatin dengan kondisi Cirebon Timur saat ini. Banyak tempat hiburan bermunculan tanpa memperhatikan adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini dijaga masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon seharusnya bersikap lebih selektif dan bijak dalam memberikan izin, mengingat Cirebon Timur merupakan kawasan pendidikan dan basis pesantren.

“Di Cirebon Timur terdapat banyak pondok pesantren besar berskala nasional hingga internasional, seperti Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Gedongan, Pondok Pesantren Kalimukti, dan masih banyak lagi."

"Selain itu, kawasan ini juga kaya akan wisata religi peninggalan para wali dan Kerajaan Cirebon,” ujarnya.

BACA JUGA:Tokoh Cirebon Timur Soroti Banyak Pabrik Besar yang Abaikan Potensi Tenaga Kerja Lokal

BACA JUGA:Penanganan Banjir di Cirebon Timur, Bangun 3 Pintu Air di Mekarsari - Gunungsari

Qorib menegaskan, keberadaan tempat hiburan yang tidak terkontrol berpotensi merusak tatanan sosial dan nilai-nilai religius yang sudah mengakar kuat di masyarakat Cirebon Timur.

Ia pun mempertanyakan ketegasan Pemerintah Kabupaten Cirebon serta aparat penegak hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait