Daya Motor

Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Beri Tiket Murah dan Bansos

Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Beri Tiket Murah dan Bansos

Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I Tahun 2026 menjelang bulan suci Ramadan dan libur Hari Raya Idulfitri 2026. -@kemesosri-Instagram

JAKARTA, RADARCIREBON.COM  – Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I Tahun 2026 menjelang bulan suci Ramadan dan libur Hari Raya Idulfitri 2026.

Peluncuran paket stimulus tersebut dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026, sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kelancaran mobilitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Melansir dari akun resmi media sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Paket Stimulus Ekonomi I-2026 dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, baik melalui keringanan biaya transportasi maupun bantuan pangan bagi keluarga berpenghasilan rendah.

BACA JUGA:Infrastruktur Jadi Prioritas, Musrenbang Kesambi Alokasikan 70 Persen Program Fisik

Kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Salah satu kebijakan utama dalam paket stimulus ini adalah diskon tarif transportasi lintas moda dengan total estimasi anggaran mencapai Rp911,16 miliar, yang bersumber dari APBN serta dukungan non-APBN.

Diskon ini diberikan untuk mempermudah masyarakat melakukan perjalanan selama periode libur panjang.

Untuk moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada 14–29 Maret 2026.

Program ini ditargetkan dapat menjangkau sekitar 1,2 juta penumpang, terutama masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi darat.

Selain itu, angkutan laut juga memperoleh diskon tarif sebesar 30 persen dengan periode lebih panjang, yakni 11 Maret hingga 5 April 2026, dengan target 445 ribu penumpang.

BACA JUGA:PT KAI Daop 3 Cirebon Resmikan Kantor Bersama Pegadenbaru, Optimalkan Pengelolaan Aset

Kebijakan ini diharapkan membantu masyarakat di wilayah kepulauan yang bergantung pada transportasi laut.

Stimulus juga diberikan pada sektor angkutan penyeberangan berupa diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan.

Program ini berlaku pada 12–31 Maret 2026, dengan sasaran 945 ribu unit kendaraan dan sekitar 2,4 juta penumpang.

Sementara itu, untuk angkutan udara domestik, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17–18 persen pada periode 14–29 Maret 2026.

Program ini menargetkan 3,3 juta penumpang, terutama masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh antarwilayah.

Tak hanya fokus pada sektor transportasi, pemerintah juga menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) selama lima hari, yaitu pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan arus mudik serta memberikan fleksibilitas kerja bagi masyarakat.

BACA JUGA:Pantai Baro Cirebon Dikepung Sampah Kiriman, Forkopimda Lakukan Aksi Bersih-bersih

Untuk memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.

Bantuan ini diberikan sekaligus untuk dua bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4. Total estimasi anggaran yang disiapkan untuk bantuan pangan ini mencapai Rp11,92 triliun.

Melalui Paket Stimulus Ekonomi I-2026, pemerintah berharap dapat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional agar tetap tumbuh dan stabil. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait