Daya Motor

Umuh Muchtar Murka! Thom Haye Diteror Ancaman Pembunuhan Usai Persib Kalahkan Persija

Umuh Muchtar Murka! Thom Haye Diteror Ancaman Pembunuhan Usai Persib Kalahkan Persija

Thom Haye mengalami teror hingga ancaman pembunuhan usai Persib kalahkan Persija.-Persib-

RADARCIREBON.COM – Atmosfer panas laga big match antara Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menyisakan cerita serius di luar lapangan. 

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, angkat suara keras menyusul teror ancaman pembunuhan yang diterima pemain Persib, Thom Haye, setelah pertandingan tersebut berakhir.

Dalam duel sarat gengsi yang berhasil dimenangkan Persib Bandung, Thom Haye tampil cukup menonjol. 

Gelandang kelahiran Belanda itu berperan penting dalam membangun serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. 

BACA JUGA:Razia Pekat Polresta Cirebon, 294 Botol Miras Berhasil Disita

BACA JUGA:Danrem 063/SGJ Dorong Pembinaan Atlet Muda pada Milad ke-5 Satlat Maharaya

Namun, kontribusinya di lapangan justru dibalas dengan ancaman mengerikan di luar pertandingan.

Thom Haye mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan ancaman pembunuhan yang tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarganya. 

Ancaman tersebut langsung memantik reaksi keras dari manajemen Persib, khususnya Umuh Muchtar yang dikenal tegas dalam melindungi pemain.

Umuh Muchtar menegaskan bahwa insiden ini tidak bisa ditoleransi dan akan dibawa ke jalur hukum. Ia memastikan pihak klub tidak akan tinggal diam dan siap memburu pelaku teror hingga tertangkap.

BACA JUGA:Polemik Karang Taruna Kota Cirebon, Forum Kelurahan dan Kecamatan Ajukan Mosi Tidak Percaya

“Ini sepak bola, ini olahraga. Apa pun yang terjadi di lapangan, tidak boleh ada ancaman pembunuhan, apalagi menyasar keluarga,” tegas Umuh.

Menurut Umuh, pelaku teror saat ini sudah mulai dilacak berdasarkan petunjuk yang diterima Thom Haye, termasuk nomor dan kode pesan ancaman. Ia optimistis aparat penegak hukum dapat segera mengungkap identitas pelaku.

“Orang yang mengancam itu sedang dilacak dan pasti akan ditemukan. Setelah itu, kami tuntut sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: