Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan pemerintah, Pengusaha Travel Haji dan Umrah Ingatkan Risiko Besar bagi Jamaah
H Teguh Sasmita owner TMB Haji dan Umrah Cirebon ditemui RadarCirebon.Com di ruang kerjanya, Selasa (13/1/20206).-Dedi Haryadi-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Indonesia resmi melegalkan pelaksanaan ibadah umrah secara mandiri bagi umat Muslim.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang memberi ruang bagi jamaah untuk berangkat tanpa menggunakan jasa biro perjalanan resmi.
Meski demikian, kebijakan ini menuai perhatian serius dari pelaku usaha travel haji dan umrah.
Menanggapi hal tersebut, Owner Teguh Madani Bersahabat (TMB) Tour & Travel Haji dan Umrah Cirebon H Teguh Sasmita mengingatkan bahwa umrah mandiri menyimpan risiko besar yang sepenuhnya harus ditanggung oleh jamaah.
BACA JUGA:Kejaksaan Ungkap Perkembangan Kasus Gedung Setda dan Bank Cirebon, Tersangka hingga Audit BPK
“Tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan jamaah umrah mandiri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tegas H Teguh saat ditemui RadarCirebon.com di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, jamaah yang berangkat tanpa travel resmi otomatis kehilangan perlindungan dan pendampingan yang selama ini menjadi tanggung jawab biro perjalanan.
“Semua risiko ditanggung sendiri, mulai dari risiko penipuan, tersesat, sakit, hingga yang paling ekstrem jika sampai meninggal dunia. Siapa yang akan mengurus? Berbeda dengan jamaah yang berangkat melalui travel resmi, seluruhnya menjadi tanggung jawab penyelenggara,”jelasnya.
Selain aspek keselamatan, H Teguh juga menyoroti dampak ekonomi dari kebijakan umrah mandiri.
BACA JUGA:John Herdman Datang, Bung Harpa Ungkap Rapor Bayangan Timnas Indonesia
Selama ini, biro perjalanan haji dan umrah memiliki keterkaitan erat dengan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk katering, logistik, penginapan, perlengkapan umrah, hingga promosi. Sementara umrah mandiri tidak melibatkan kerjasama dengan siapa pun. Semua diurus sendiri oleh jamaah,” ujarnya.
Oleh karena itu, H Teguh mengimbau masyarakat, khususnya jamaah pemula, agar tetap menggunakan jasa Tour & Travel resmi demi keamanan, kenyamanan, serta kepastian pelayanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Keselamatan dan kekhusyukan ibadah itu jauh lebih penting,” pungkasnya. (rdh)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

