Daya Motor

Teror Hewan Buas di Kuningan: 43 Kambing Tewas Mengenaskan, Warga Bungurberes Hidup dalam Ketakutan

Teror Hewan Buas di Kuningan: 43 Kambing Tewas Mengenaskan, Warga Bungurberes Hidup dalam Ketakutan

Teror hewan buas kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Ilustrasi-Freepik-

RADARCIREBON.COMTeror hewan buas kembali menghantui warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, diguncang peristiwa kematian massal ternak yang membuat warga resah dan trauma. 

Sedikitnya 43 ekor kambing milik peternak ditemukan tewas secara mengenaskan, diduga kuat akibat serangan predator liar dari kawasan hutan sekitar permukiman.

Peristiwa paling mencekam terjadi pada Senin malam (12/1) di Dusun Bangbayang. Dalam suasana malam yang gelap dan sunyi, serangan kembali terjadi. 

BACA JUGA:Sabu Dikemas Mirip Permen, Pria di Kesambi Diciduk Polisi

BACA JUGA:Kelola Aset Miliaran Lebih Mudah, CIMB Niaga Resmi Hadirkan CIMB Private Wealth

Sebanyak 16 ekor kambing ditemukan mati di dalam kandang, dengan kondisi tubuh penuh luka robek, bekas gigitan, serta cakaran tajam. Pemandangan tersebut membuat warga bergidik dan ketakutan akan ancaman susulan.

Kaur Keuangan Desa Bungurberes, Uju Junaedi, membenarkan rentetan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa kematian ternak sudah berlangsung berulang kali dan menimbulkan kerugian besar bagi para peternak kecil.

“Totalnya sekitar 43 ekor kambing mati dalam satu bulan terakhir. Yang paling parah tadi malam di Dusun Bangbayang, 16 ekor sekaligus. Kondisinya sangat mengerikan, banyak bekas gigitan dan cakaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1).

Hingga kini, identitas hewan pemangsa masih menjadi misteri. Sebagian warga menduga serangan dilakukan oleh kawanan anjing hutan (ajag). 

BACA JUGA:6 Mobil Bagasi Luas untuk Usaha, Irit BBM dan Tangguh Dipakai Harian: Pelaku UMKM Wajib Tahu!

BACA JUGA:Ingin Ngerasa Hari Minggu Setiap Hari? Coba Nongkrong di Sundaze Coffee & Eatery Cirebon

Namun, tak sedikit pula yang meyakini kemungkinan macan tutul turun dari habitat alaminya, mengingat lokasi desa berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Pasca kejadian, warga terpaksa melakukan penguburan massal bangkai kambing untuk menghindari bau menyengat dan mencegah potensi penyebaran penyakit. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait