Kasus Anak Kandung Denada, Pengakuan Ressa Rizky Terkuak: Dari Sopir Kampanye hingga Gugatan Penelantaran
Pengakuan Ressa Rizky pernah jadi sopir Emilia Contessa, dibayar Rp2,5 juta, bantah pansos dan ungkap tak pernah dibiayai Denada.-Instagram -
RADARCIREBON.COM – Satu demi satu fakta mengejutkan disampaikan Ressa Rizky Rosano, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengaku sebagai anak kandung Denada Tambunan.
Di tengah polemik hukum yang kini bergulir, Ressa memilih membuka lembaran kisah hidupnya kepada publik demi meluruskan berbagai tudingan miring yang diarahkan kepadanya.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu, 18 Januari 2026, Ressa mengungkap bahwa dirinya pernah bekerja sebagai sopir pribadi Emilia Contessa, ibu kandung Denada, saat sang penyanyi senior itu menjalani kampanye politik.
Menurut Ressa, pekerjaan tersebut bukan sekadar numpang nama atau mencari sensasi, melainkan bagian dari upaya bertahan hidup yang telah ia jalani sejak lulus SMA. Ia mengaku bekerja bersama ibu asuhnya demi mendapatkan penghasilan tetap.
BACA JUGA:Tragis! Kecelakaan Maut Motor vs Elf di Ciwaringin, 2 Tewas di Tempat
BACA JUGA:Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini: Trik Legal Rebut Saldo Gratis Ratusan Ribu
“Saat kampanye dulu, saya pernah jadi sopir Bunda Emilia. Saya sering disuruh-suruh juga bersama Mama demi bisa dapat upah,” ujar Ressa dengan nada tegas.
Tak hanya itu, Ressa juga membeberkan bahwa dirinya menerima gaji sebesar Rp2,5 juta per bulan dari pekerjaan tersebut.
Pengakuan ini sengaja ia sampaikan untuk membantah tudingan warganet yang menudingnya melakukan panjat sosial atau pansos dengan memanfaatkan nama besar Denada.
Pemuda berusia 24 tahun ini menegaskan bahwa dirinya terbiasa hidup mandiri dan bekerja keras sejak usia muda.
BACA JUGA:Update Banjir Jalur KA: 28 Kereta Dibatalkan, Penumpang Stasiun Cirebon Membludak
BACA JUGA:Klaim Saldo DANA Gratis Rp273.000 Hari Ini! Begini Cara Dapat Uang dari Game Cash Block
Jauh sebelum menjadi sopir pribadi, Ressa sudah melakoni berbagai pekerjaan serabutan demi mencukupi kebutuhan hidupnya.
Ia pernah menjaga toko, menjadi kurir suplai barang ke distributor, hingga menerima pekerjaan lepas demi mendapatkan uang tambahan atau sekadar “ceperan”.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

