Detik-Detik Dramatis Tim SAR Temukan Korban Pesawat ATR di Jurang 200 Meter
Tim SAR temukan satu korban dan serpihan pesawat ATR 42-500 di Sulsel. -Ist-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Tim SAR gabungan kini berhasil menemukan satu korban jiwa serta sejumlah serpihan pesawat di area operasi yang dikenal memiliki medan ekstrem.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa sejak awal operasi tim dihadapkan pada tantangan berat berupa cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang sangat sulit dijangkau.
“Sejak pagi hari, hujan lebat dan kabut tebal menyelimuti area pencarian. Jarak pandang hanya sekitar lima meter di puncak gunung. Kondisi ini memaksa tim untuk menunda bahkan membatalkan penurunan vertikal demi menjaga keselamatan personel,” ujar Arif kepada awak media.
BACA JUGA:Hujan Deras Semalaman, 70 Rumah di Jatibarang Baru Indramayu Terendam Banjir
BACA JUGA:Kontroversi Insinerator di Jawa Barat: Larangan Menteri Lingkungan Hidup vs Realita
Dalam pelaksanaan operasi di lapangan, tim SAR gabungan dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) sesuai sektor pencarian.
SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan sistem tali. SRU 3 tetap bertahan di puncak, dengan sebagian personel berhasil menyeberang menuju titik pencarian kedua.
Sementara itu, SRU 4 yang berada sekitar 200 meter dari titik misi utama tidak menemukan jalur aman untuk dilalui. Setelah melakukan koordinasi dengan posko induk, SRU 4 akhirnya diarahkan kembali ke posko demi menghindari risiko kecelakaan.
Untuk mendukung keberlangsungan operasi, tim logistik SAR juga telah bergerak menuju puncak guna melakukan drop peralatan dan logistik, termasuk perlengkapan evakuasi dan kebutuhan personel di lapangan.
BACA JUGA:Sering Lemas di Siang Hari? Ini 5 Nutrisi Penambah Energi agar Tubuh Tetap Aktif
BACA JUGA:Sering Lemas dan Pucat? Ini 4 Makanan Alami Penambah Hemoglobin Tanpa Suplemen
Perkembangan krusial terjadi pada pukul 14.20 WITA, saat tim di puncak melaporkan penemuan satu korban berjenis kelamin laki-laki.
Korban ditemukan di koordinat 04°54'44" LS dan 119°44'48" BT, berada di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

