Dedi Mulyadi Minta MUI Jabar Aktif Menegur Pemerintah: Kebijakan Harus Berpihak ke Rakyat
Pelantikan pengurus MUI Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 yang digelar di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa 27 Januari 2026.-Biro Adpim Jabar-
BANDUNG, RADARCIREBON.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat untuk terus berperan aktif memberikan nasihat dan masukan kepada pemerintah.
Khususnya agar setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan dan kemaslahatan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi usai menghadiri pelantikan Pengurus MUI Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 yang digelar di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa 27 Januari 2026.
BACA JUGA:OJK dan Bupati Majalengka Sepakat Perkuat KUR, UMKM Ditarget Naik Kelas
BACA JUGA:Imigrasi Cirebon Tangkap 8 WNA Tiongkok, Diduga Salahgunakan Visa
Menurut Dedi, peran MUI sangat strategis sebagai mitra kritis pemerintah, terutama dalam mengingatkan para pemimpin agar tetap berpegang pada sumpah jabatan dan nilai-nilai moral dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Nasihatnya agar pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak boleh melanggar sumpah jabatan para pemimpin,” ujar Dedi Mulyadi.
Selain sebagai penasihat pemerintah, Dedi juga menekankan pentingnya kehadiran MUI Jawa Barat di tengah masyarakat sebagai problem solver, khususnya dalam menghadapi persoalan keagamaan, sosial, hingga lingkungan hidup yang kian kompleks.
Ia berharap MUI Jabar tidak hanya bersikap normatif, tetapi mampu memberikan solusi-solusi konkret dan aplikatif yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Persoalan keagamaan dan lingkungan membutuhkan pendekatan yang bijak, solutif, dan berkelanjutan. Di sinilah peran MUI sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Barat masa khidmat 2025–2030, Aang Abdullah Zein, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan peran keumatan secara optimal dengan fondasi kerja yang kuat dan berkesinambungan.
BACA JUGA:Kecelakaan Beruntun di Pegagan Lor, Pekerja Jalan Jadi Korban
Menurut Aang, MUI Jabar akan mengedepankan pola kerja yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, tanpa terjebak pada program-program yang bersifat seremonial atau terlalu muluk.
“Harapan kami, MUI Jabar mampu berpijak dan ditopang dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja sinergitas, kerja tuntas, serta kerja ikhlas,” ungkap Aang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

