Daya Motor

Minim Truk Angkut Lumpur, Normalisasi Sungai Sukalila Tersendat

Minim Truk Angkut Lumpur, Normalisasi Sungai Sukalila Tersendat

KEKURANGAN TRUK: Alat berat excavator melakukan pengerukan dalam kegiatan normalisasi Sungai Sukalila.-Cecep Nacepi-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pengerjaan normalisasi Sungai Sukalila masih terkendala keterbatasan truk pengangkut lumpur. Hingga Jumat (30/1/2026), proses pengerukan hanya didukung tiga truk milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung.

Minimnya armada tersebut membuat kinerja alat berat tidak optimal. Excavator kerap berhenti selama 15 hingga 30 menit karena harus menunggu truk kembali dari lokasi pembuangan lumpur.

“Kalau truknya hanya tiga, begitu semuanya jalan, excavator harus berhenti menunggu. Kalau truk ditambah, pengerjaan bisa terus berjalan,” ujar Adi, petugas BBWS di lokasi normalisasi.

Dengan jumlah armada yang ada, pihaknya hanya mampu mengangkut sekitar 37 truk lumpur per hari. Ia berharap ada penambahan truk agar proses normalisasi Sungai Sukalila dapat selesai lebih cepat.

BACA JUGA:Tanggap Bencana Longsor Cisarua Kabupaten Bandung, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak

Adi menambahkan, pada hari pertama pengerukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon sempat membantu dengan satu truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, bantuan tersebut hanya berlangsung setengah hari.

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo mengakui keterbatasan armada pengangkut lumpur. Menurutnya, Pemkot Cirebon saat ini masih berupaya menambah dukungan truk untuk mempercepat pengerjaan normalisasi.

“Pemkot hanya memiliki dua dump truk, masing-masing di DPUTR dan DLH. Namun, truk DLH tidak bisa digunakan penuh karena digunakan untuk pengangkutan sampah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, truk DLH baru bisa dimanfaatkan pada sore hingga malam hari setelah aktivitas pengelolaan sampah selesai. (cep)

BACA JUGA:Data DTSEN Bermasalah, Warga Miskin Cirebon Kehilangan BPJS PBI

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: