Cap Go Meh 2026 di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon Berpotensi Digelar Sederhana
Rohaniawan Agama Buddha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Junawi, saat ditemui di vihara setempat.-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Perayaan Cap Go Meh 2026 di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, belum dipastikan akan digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah pertimbangan menjadi alasan utama, di antaranya faktor sosial dan kemanusiaan.
Rohaniawan Agama Buddha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Junawi, mengatakan hingga saat ini pihak vihara masih melakukan pembahasan internal terkait pelaksanaan perayaan Cap Go Meh tahun depan.
Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang menjadi perhatian. Pertama, perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Kedua, adanya sejumlah bencana di berbagai daerah yang menimbulkan banyak korban sehingga membutuhkan sikap empati dan keprihatinan bersama.
“Atas dasar itu, kami berupaya ikut mendoakan para korban dan tidak ingin melaksanakan perayaan secara berlebihan,” ujar Romo Junawi kepada Radar Cirebon, awal Januari 2026.
BACA JUGA:Perdana, 1.501 Paket MBG Dibagikan di SMPN 1 Kota Cirebon untuk Siswa dan Guru
Apabila Cap Go Meh tetap dilaksanakan, kata dia, perayaan akan digelar dalam skala lebih sederhana dan tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Prinsip kesederhanaan dan kepedulian sosial menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan kegiatan keagamaan dan budaya di vihara.
“Tahun lalu perayaan cukup meriah karena situasi memungkinkan. Tahun ini kondisinya berbeda,” jelasnya.
Cap Go Meh merupakan agenda tahunan yang telah lama dilestarikan di Vihara Dewi Welas Asih. Namun, dalam kondisi tertentu, perayaan tersebut pernah ditiadakan. Pada masa pandemi Covid-19, misalnya, kegiatan Cap Go Meh sempat vakum selama tiga hingga empat tahun akibat pembatasan sosial dan pertimbangan keselamatan umat.
Setelah pandemi mereda, perayaan kembali digelar secara bertahap sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan tradisi.
Romo Junawi menambahkan, Cap Go Meh tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan lintas etnis dan latar belakang umat.
BACA JUGA:Laporan Palsu hingga Urusan Sepele, Damkar Minta Masyarakat Bijak Gunakan Layanan Darurat
“Cap Go Meh menjadi salah satu cara mempersatukan umat yang beragam. Tradisi ini memiliki nilai sosial yang kuat,” ujarnya.
Karena itu, meskipun kemungkinan digelar secara sederhana, semangat pelestarian budaya dan kebersamaan tetap menjadi roh utama perayaan Cap Go Meh di Vihara Dewi Welas Asih.
Keputusan final terkait pelaksanaan Cap Go Meh 2026 akan diumumkan setelah pembahasan internal selesai, dengan tetap mempertimbangkan situasi sosial, kemanusiaan, dan toleransi antarumat beragama. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

