Daya Motor

PKL Jalan H Abbas Cirebon Tagih Janji Tenda Wakil Bupati, Omzet Pedagang Terjun Bebas

PKL Jalan H Abbas Cirebon Tagih Janji Tenda Wakil Bupati, Omzet Pedagang Terjun Bebas

PKL di Jl H Abbas Desa Weru Lor, Kecamatan Weru mulai sepi pengunjung.-SAMSUL HUDA-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COMPedagang Kaki Lima (PKL) yang berjejer di sepanjang Jalan H Abbas, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mulai menunjukkan kekecewaan. 

Janji bantuan tenda semi permanen yang disampaikan Wakil Bupati Cirebon sejak November 2025 hingga kini belum juga terealisasi.

Kondisi tersebut membuat para pedagang merasa dirugikan, terutama saat cuaca buruk. 

Hingga memasuki Februari 2026, bantuan yang dijanjikan belum tampak, sementara aktivitas perdagangan terus terdampak.

BACA JUGA:Langkah Nyata Penataan Kota, Pemkot Cirebon Bongkar Bangunan PKL di Bantaran Sungai Sukalila

Ketua Paguyuban PKL Jalan H Abbas, Omo (51) mengungkapkan, permohonan bantuan tenda telah diajukan secara resmi untuk 218 pedagang. 

Usulan tersebut bahkan disampaikan langsung kepada Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman.

Saat itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus menjanjikan realisasi bantuan tenda paling lambat akhir 2025. Namun, janji tersebut belum juga terealisasi hingga saat ini.

“Janji itu disampaikan langsung. Katanya paling lambat akhir 2025. Tapi sekarang sudah Februari 2026, belum ada kejelasan. Kami hanya menagih komitmen yang sudah disampaikan,” ujar Omo, Selasa 3 Februari 2026.

Menurut Omo, belum terealisasinya bantuan tenda berdampak besar terhadap kenyamanan pengunjung. 

Kondisi tenda yang digunakan pedagang saat ini dinilai tidak layak dan rawan roboh, terutama saat hujan disertai angin kencang.

BACA JUGA:Saat Lapak PKL Dibongkar, Sulaiman Tetap Menjahit Sepatu Demi Keluarga

“Kalau hujan dan angin, pengunjung jadi enggan mampir. Otomatis omzet pedagang ikut turun,” kata pedagang tahu petis dan rujak tersebut.

Paguyuban PKL sebelumnya telah mengusulkan model tenda menyatu, menyerupai tenda hajatan atau konsep food court. Model ini dinilai lebih kokoh, aman, serta bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase