Daya Motor

Hangat dan Penuh Makna, Anggota DPRD Majalengka Lesehan Liwetan Serap Aspirasi Warga

Hangat dan Penuh Makna, Anggota DPRD Majalengka Lesehan Liwetan Serap Aspirasi Warga

Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ade Duryawan menggelar syukuran menjelang bulan Ramadhan bersama konstituennya.-Ono Cahyono-RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, tradisi makan liwet bersama kembali menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sunda.

Momentum budaya ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan liwetan yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ade Duryawan, bersama puluhan warga, Jumat 13 Februari 2026 lalu.

BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Alasan Ilmiahnya

BACA JUGA:Sambut Ramadan 2026, Risty Ang dan Giant Jay Rilis Single Religi 'Hidup Tanpa Kata'

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga duduk lesehan, menikmati nasi liwet yang disajikan secara sederhana namun sarat makna kebersamaan.

Suasana akrab tanpa sekat formalitas mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

Ade Duryawan menegaskan, tradisi liwetan bukan sekadar makan bersama, tetapi memiliki makna sosial yang dalam.

“Tradisi liwetan ini mencerminkan nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ini juga menjadi cara kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Ade, Minggu 15 Februari 2026.

Menurutnya, pendekatan budaya dan tradisi lokal menjadi jembatan efektif dalam membangun kedekatan sosial antara anggota legislatif dan warga. Melalui suasana santai seperti ini, komunikasi dapat terjalin lebih terbuka dan hangat.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan liwetan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum dialog terbuka.

Sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan pelayanan publik, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:RCTV Gelar Genjring Ramadan 2026, Diikuti 20 Grup dari Wilayah 3 Cirebon

BACA JUGA:Pemerintah Atur Jadwal Sekolah Saat Ramadan 2026, Orang Tua Wajib Tahu

Ade menyebut, mendengar langsung suara rakyat merupakan bagian penting dari tugas legislator.

Dengan turun langsung dan berdialog bersama warga, ia dapat memahami kebutuhan riil masyarakat sebelum merumuskan kebijakan.

“Kami ingin kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Karena itu, komunikasi seperti ini harus terus dijaga,” tegasnya.

Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan sederhana seperti makan bersama justru menjadi wujud nyata kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat, tanpa jarak dan protokoler yang kaku.

Menjelang Ramadan 1447 H, suasana kebersamaan seperti ini dinilai semakin relevan. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam membangun daerah.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Ayam di Cirebon Timur Melonjak

Acara liwet bersama ditutup dengan doa bersama dan harapan agar komunikasi antara DPRD dan masyarakat terus terjalin secara berkelanjutan.

Dengan hubungan yang harmonis, pembangunan di Kabupaten Majalengka diharapkan dapat berjalan lebih merata dan berkeadilan.

Tradisi liwetan pun kembali membuktikan bahwa kearifan lokal bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana efektif membangun ruang dialog dan partisipasi publik di tingkat daerah. (ono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait