Daya Motor

Helikopter untuk Antar Jemput Pasien dan Dokter di Jabar, Begini Penjelasan KDM

Helikopter untuk Antar Jemput Pasien dan Dokter di Jabar, Begini Penjelasan KDM

Dedi Mulyadi wacanakan helikopter untuk dukung layanan kesehatan Jabar. Dokter spesialis dan pasien rujukan bisa terbang cepat dari Sukabumi ke Bandung.-Istimewa-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COMGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, kembali melontarkan gagasan inovatif di sektor kesehatan

Kali ini, ia mewacanakan penyediaan helikopter sebagai sarana pendukung layanan medis di wilayah Jawa Barat. 

Helikopter tersebut dirancang untuk mempercepat mobilitas dokter spesialis sekaligus membantu proses rujukan pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Gagasan ini mencuat saat Dedi berdialog bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Direktur RSUD Jampangkulon, Lusi Apriani, beberapa waktu lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, Dedi menggali langsung berbagai persoalan yang dihadapi rumah sakit di Kabupaten Sukabumi itu.

Pembahasan berlangsung terbuka, mulai dari keterbatasan kapasitas ruangan, jumlah tempat tidur pasien, hingga minimnya ketersediaan dokter spesialis. 

Salah satu kendala krusial yang terungkap adalah jarangnya kunjungan dokter spesialis ke RSUD Jampangkulon. 

Faktor geografis menjadi penyebab utama, mengingat jarak tempuh dari Kota Bandung ke Jampangkulon cukup jauh dan memakan waktu lama.

Menyikapi kondisi tersebut, Dedi secara spontan menawarkan solusi yang tak biasa. 

Ia menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan helikopter sebagai moda transportasi udara yang siaga. 

Menurutnya, langkah ini dapat memangkas waktu perjalanan dokter spesialis sehingga pelayanan kesehatan masyarakat di daerah selatan Jawa Barat lebih optimal.

Tak hanya untuk mobilitas tenaga medis, helikopter juga akan difungsikan sebagai sarana evakuasi pasien dalam kondisi darurat. 

Pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan dengan fasilitas lebih lengkap dapat segera diterbangkan tanpa harus terhambat jarak dan waktu tempuh darat.

Dedi menjelaskan, skema yang dirancang bukan pembelian unit baru, melainkan sistem sewa. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait