Angin Kencang Terjang Indramayu, 9 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang di Empat Kecamatan
Angin kencang terjang Indramayu, 9 rumah rusak di 4 desa. Sehari sebelumnya, gudang SMPN 1 Kertasemaya terbakar. BPBD imbau warga waspada cuaca ekstrem.-Anang Syahroni-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, Senin (23/2/2026).
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan di beberapa titik, mulai dari pohon tumbang hingga atap rumah warga yang beterbangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu bergerak cepat. Tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi guna memastikan keselamatan warga serta melakukan pendataan kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Agus Yani, mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan asesmen lapangan. Data sementara mencatat ada empat lokasi terdampak angin kencang.
BACA JUGA:Safari Ramadan di Kalibuntu, Bupati Cirebon Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan
BACA JUGA:Hari Ini Ratusan Pejabat Pemkab Cirebon Dimutasi, Ini Nama-Nama yang Diprediksi Bergeser
“Kami masih melakukan asesmen untuk memantau kondisi di lapangan. Sementara ini, ada empat titik yang terdampak angin kencang,” ujarnya.
Empat wilayah tersebut meliputi Desa Terusan (Kecamatan Sindang), Desa Pamayahan (Kecamatan Lohbener), Desa Tugu (Kecamatan Sliyeg), serta Desa Kalimati (Kecamatan Jatibarang).
BPBD bersama unsur terkait juga melakukan pembersihan material bangunan dan pohon tumbang yang sempat mengganggu aktivitas warga.
9 Rumah di Desa Kalimati Rusak
BACA JUGA:Rokhmin Dahuri Kunjungi Peternak Disabilitas Cirebon, Siap Perjuangkan Bantuan
BACA JUGA:Hari Ini Sidang Perdana Korupsi Gedung Setda Cirebon, Nashrudin Azis Cs Diadili di Bandung
Kerusakan terparah tercatat di Desa Kalimati, Kecamatan Jatibarang. Sebanyak sembilan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu angin.
Sekretaris Camat Jatibarang, Supendi, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, warga tetap diminta waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

