Terungkap! 12 Warga Jabar Diduga Diperdagangkan di Maumere, Pemprov Siapkan Rumah Aman
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjemput 12 orang warga Jabar yang jadi korban TPPO di NTT..-Istimewa-Radarcirebon.com
BANDUNG, RADARCIREBON.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan negara hadir dalam penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa 12 warga Jabar di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pendampingan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar.
Kepala DP3AKB Jabar, Siska Gerfianti mengungkapkan, kasus ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
BACA JUGA:Gubernur Jabar Turun Langsung Evakuasi Korban Dugaan Kekerasan di NTT
BACA JUGA:Keren! Indeks Kompetensi ASN Jabar Capai 37,11 Persen, Corporate University Masuk Level Advanced
Pria yang akrab disapa KDM itu telah berkoordinasi dengan Suster Ika, Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), lembaga yang melakukan proses penyelamatan terhadap para korban.
Berdasarkan keterangan Suster Ika, upaya penyelamatan bermula pada 20 Januari 2026.
Salah satu korban mengirim pesan WhatsApp meminta pertolongan. Ia mengaku mengalami tekanan mental, depresi, hingga tidak diizinkan keluar dari kamar tempatnya bekerja di sebuah tempat hiburan malam di Maumere.
Sehari berselang, tepatnya 21 Januari 2026, tim TRUK-F berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka untuk melakukan penyelamatan secara prosedural dan persuasif.
Ke-12 warga Jabar tersebut diduga mengalami kekerasan, pelecehan seksual, intimidasi, serta dipaksa bekerja di luar kontrak. Dugaan praktik TPPO ini kini menjadi perhatian lintas daerah.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warganya, KDM bersama jajaran Pemprov Jabar, Tim Hukum Jabar Istimewa, Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar, serta kepala daerah asal korban melakukan penjemputan langsung ke NTT.
Proses penjemputan telah berlangsung sejak Minggu 22 Februari 2026. Para korban dijadwalkan tiba kembali di Jabar hari ini, Rabu 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Termasuk Pasutri Asal Kuningan, Korban TPPO di Kamboja Segera Dipulangkan
Setibanya di Jabar, para korban akan mendapatkan pendampingan hukum terpadu dari UPTD PPA Provinsi Jabar yang berkolaborasi dengan Tim Hukum Jabar Istimewa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

