Santri Al Hikmah Melaju Final MHQ di Malaysia
Hasna Shafa Aini Awalurin dan Muthi’ah Azzakiyah, santri Pesantren Al Hikmah Bobos – Dukupuntang – Cirebon Bersama kepala MA Al Hikmah Bobos, Meliana, M.Pd. dan Kepala Tahfidz, Atik Yuliati, SE, Al hafidzah, bangga menjadi finalis Musabaqah Hifdzil Qur’a-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pesantren Al Hikmah Bobos Dukupuntang Cirebon, melalui santrinya, Muthiah Azzakiyah dan Hasna Shafa Aini Awalurin, siswa MA Al Hikmah Bobos - Dukupuntang Cirebon berhasil lolos ke babak final Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) di ajang Asia World Muslim Competition belum lama ini.
Raihan pesantren Al Hikmah ini semakin melengkapi deretan prestasi sebelumnya yang telah diraih.
Keberhasilan Muthiah yang bercita-cita menjadi Pendidik dan Hasna yang berharap jadi diplomat ini ini melengkapiprestasi akademisnya yang juga cemerlang.
Muthiah, Siswikelahiran Ciamis, 15 Agustus 2008, dan Hasna, kelahiranPurwakarta, 20 Desember 2008 ini merasa bangga terhadapprestasi yang diraihnya. “ semua ini berkat motivasi kedua orang tuanya dan iklim kondusif yang ada di pesantren.” Ujar Hasna Shafa.
Meninggalkan tempat kelahirannya masing – masing di Ciamis dan Purwakarta menuju Cirebon 5 tahun yang lalu untukmasuk di Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu (PTQT) Al Hikmah Dukupuntang – Cirebon tidak menyangka bisa menghafal Al Qur’an .
BACA JUGA:Kebakaran di Tempat Pembuangan Limbah Parfum Widasari, Botol-Botol Meledak Akibat Sampah Terbakar
Sesuatu hal yang semula mustahil, kemudian menjadikenyataan. Dirinya berterima kasih sekali kepada orang tuanyayang membantunya dalam doa – doa malam. Begitu juga denganpara pembimbing yang senantiasa tekun membersamai dirinyahingga hasilnya seperti sekarang ini.
Kepala MA Al Hikmah – Bobos – Cirebon, Meliana, M.Pd., didampingi kepala Tahfidz, Atik Yuliati, SE, Al hafidzah, berharap agar kedua siswanya yang akan berangkat ke Malaysia Jumat tersebut, bisa tampil maksimal dan pulang ke Indonesia dengan hasil terbaik. “ Mohon doanya dari keluarga besar Al Hikmah. “ ujarnya.
Ketua Yayasan Al Hikmah Dukupuntang – Cirebon, Nina Nurohmah M.S.I. Al Hafidzah, mengatakan bahwa, PTQT Al Hikmah yang di dalamnya ada jenjang TKIT, SDIT, SMP dan MA adalah salah satu lembaga pendidikan alternatif. Siswamemang wajib tinggal 24 jam di asrama dan melakukan seluruhaktifitas di dalam.
Al Hikmah semaksimal mungkinmemfasilitasi potensi-potensi diri santri agar berkembang. Harapanya agar selain hafal dan dekat dengan Al qur’an, juga bagus secara akademisnya.
BACA JUGA:Evaluasi MBG Dilakukan, Pemerintah Cegah Kesalahpahaman di Ruang Publik
Hari ini, Ananda Hasna Shafa Aini Awalurin dan Ananda Muthi’ah Azzakiyah telah menunjukkan kelasnya sebagai santri pesantren Al Hikmah Cirebon, lolos Final di ajang Asia World Muslim Competition di Malaysia. (abd/adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

