Ok
Daya Motor

Wakil Walikota Cirebon Ungkap Strategi Baru Pembinaan Qari–Hafidz: Tak Bisa Lagi Andalkan Pola Lama

Wakil Walikota Cirebon Ungkap Strategi Baru Pembinaan Qari–Hafidz: Tak Bisa Lagi Andalkan Pola Lama

Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati memberikan arahan di Rapat Kerja (Raker) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Cirebon sekaligus Pembinaan Hasil MTQ Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 di Masjid At-Taqwa, Rabu 24 Desember 2025. -Beni Agus Pratama-Prokompim Kota Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COMPemerintah Kota Cirebon menaruh perhatian serius pada keberlanjutan regenerasi ahli Al-Qur’an agar tidak terputus di tengah arus zaman. 

Alih-alih bekerja dengan pola insidental yang hanya memanas menjelang perlombaan, Pemerintah Kota Cirebon mendorong transformasi besar dalam pola pembinaan melalui sistem pendataan potensi bibit unggul yang terintegrasi di setiap kecamatan. 

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Kota Cirebon tidak akan pernah kekurangan qari-qariah dan hafidz-hafidzah berkualitas di masa depan.

Upaya strategis ini dibahas tuntas dalam Rapat Kerja (Raker) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Cirebon sekaligus Pembinaan Hasil MTQ Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 di Masjid At-Taqwa, Rabu 24 Desember 2025. 

BACA JUGA:Permintaan Melejit! 20 Unit Mobil Andi Rent Car Ludes Disewa saat Libur Nataru

BACA JUGA:Pemkot Cirebon Resmi Tiadakan Perayaan dan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

BACA JUGA:Berry Kusuma Bongkar Penyebab Banjir Sumber! Sabuk Hijau Hilang, Perumahan Jadi Sorotan

Forum ini menjadi momentum untuk membedah persoalan mendasar di lapangan secara objektif demi menciptakan ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih tertata dari level kelurahan hingga tingkat kota.

Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dalam arahannya menekankan bahwa LPTQ tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata. 

Baginya, tantangan terbesar saat ini adalah membangun sistem pendataan yang akurat agar pola pembinaan dapat dilakukan secara berjenjang dan sepanjang tahun. 

Investasi di bidang keagamaan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun karakter masyarakat.

"Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola insidental. Kita memerlukan sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi mengenai potensi bibit-bibit unggul di setiap kecamatan." 

"Dengan data yang valid, pola pembinaan dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, bukan hanya saat mendekati jadwal perlombaan saja." 

"LPTQ harus hadir sebagai pihak yang mengatur harmoni pembinaan Al-Qur'an secara menyeluruh," tegas Wakil Walikota.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait