Buka Puasa di Istana, Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menyalami satu persatu tamu undangan buka puasa bersama dengan para ulama dan habaib, salah satu ulama yang hadir dan disambut hangat adalah Buya Yahya, Kamis 5 Maret 2026.-Istimewa-RADARCIREBON.COM
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Presiden Prabowo Subianto mengundang 170 ulama dan habaib dari berbagai Indonesia untuk berbuka puasa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026 kemarin.
Momentum buka puasa bersama di Istana Kepresidenan dimanfaatkan sejumlah ulama dan tokoh agama untuk menyampaikan doa serta harapan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu ulama yang hadir dalam acara tersebut adalah Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:Dipanggil Prabowo, Bahlil Bahas Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz
Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan seharusnya menjadi momentum menghadirkan kedamaian, baik bagi masyarakat maupun bagi para pemimpin bangsa.
Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa bagi para pemimpin, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, menjadi seorang presiden bukanlah tugas yang ringan karena harus memikul tanggung jawab besar bagi rakyat dan masa depan negara.
“Yang terpenting adalah doa. Menjadi presiden itu tidak gampang, sangat berat. Karena itu kita harus banyak mendoakan pemimpin kita agar sukses menjalankan tugasnya,” ujar Buya Yahya kepada sejumlah awak media.
BACA JUGA:Kabar Baik! Prabowo Naikkan Insentif Guru Honorer Setelah 20 Tahun Mandek
Beliau berharap doa masyarakat dapat menjadi kekuatan moral bagi kepemimpinan nasional.
Dengan dukungan doa dari rakyat, ia optimistis Indonesia dapat terus berada dalam kondisi damai, stabil, dan sejahtera.
“Mendoakan agar beliau sukses, berjaya dalam memimpin, sehingga umat damai dan rakyat bahagia,” tambahnya.
Selain menyampaikan doa, Buya Yahya juga menyampaikan apa yang ia sebut sebagai “pesan cinta” kepada Presiden Prabowo.
Pesan tersebut berkaitan dengan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai waktu memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

