Daya Motor

Berbahaya! Ini Daftar Skincare Ilegal yang Ditemukan BPOM di Marketplace

Berbahaya! Ini Daftar Skincare Ilegal yang Ditemukan BPOM di Marketplace

Logo BPOM--

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Peredaran produk ilegal di marketplace masih menjadi perhatian serius pemerintah. 

Sepanjang tahun 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan ratusan ribu tautan penjualan produk yang melanggar aturan, terutama dari kategori kosmetik.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, telah melakukan patroli siber secara intensif di berbagai platform marketplace untuk menekan peredaran produk ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

BACA JUGA:Heboh! Rumah di Harjamukti Cirebon Jadi Pabrik Kosmetik Ilegal, Polisi Pasang Garis Kuning

Hasilnya, BPOM menemukan 197.725 tautan penjualan produk yang tidak memenuhi ketentuan. 

Dari jumlah tersebut, kosmetik ilegal menjadi kategori terbanyak, dengan total mencapai 73.722 tautan penjualan.

“Dari ribuan akun yang telah di-takedown, BPOM mengidentifikasi dan meninventarisasi top 10 produk obat, obat tradisional, obat kuasi, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan ilegal atau mengandung bahan berbahaya yang beredar di marketplace,” ujar Taruna dalam keterangan resminya, Sabtu 7 Maret 2026.

BPOM juga menemukan bahwa banyak kosmetik ilegal yang beredar di marketplace mengandung hidrokuinon, bahan kimia yang dilarang dalam produk kosmetik karena berisiko bagi kesehatan.

Secara total, BPOM mencatat hampir 4,6 juta produk kosmetik ilegal yang mengandung hidrokuinon beredar secara daring. Produk-produk tersebut berasal dari dalam negeri maupun impor, terutama dari China.

Wilayah dengan penjualan terbanyak tercatat berada di Jakarta Timur dan Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:Lagi, BPOM Cabut Izin Edar Produk Kosmetik, Nih Daftarnya

Beberapa produk yang ditemukan antara lain berupa krim racikan farmasi tanpa izin edar, lip glaze impor, hingga toner dengan kandungan bahan berbahaya.

Menurut Taruna, penggunaan kosmetik yang mengandung hidrokuinon dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan kulit.

“Penggunaannya berpotensi mengakibatkan penggelapan warna kulit, serta perubahan warna kornea dan kuku,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase