Demi Keselamatan Jamaah, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Keberangkatan Umroh
Ilustrasi pelaksanaan ibadah umroh di Mekkah, Arab Saudi.-Glady-Pixabay
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia untuk tunda umroh sementara, karena konflik di Timur Tengah semakin memanas.
Sebab, meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan jamaah.
Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah saat ini masih memberlakukan imbauan penundaan keberangkatan umroh sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Konflik Iran–Israel Memanas, FIFA Pastikan Piala Dunia 2026 Tak Akan Ditunda
BACA JUGA:Irak Minta FIFA Tunda Playoff Piala Dunia 2026, Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Persiapan
Pernyataan itu disampaikan Dahnil usai menghadiri Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1448 Hijriyah/2026 Masehi di Istana Negara, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.
“Untuk sementara ini kami masih mengimbau masyarakat menunda keberangkatan umroh karena adanya eskalasi konflik. Kita belum mengetahui bagaimana perkembangan situasinya ke depan,” ucapnya.
Dijelaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah mitigasi pemerintah guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang hendak menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
"Imbauan ini juga merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang terus memantau perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah," jelasnya.
Ia menilai situasi konflik yang terjadi saat ini masih sangat dinamis dan fluktuatif sehingga pemerintah perlu mengambil langkah kehati-hatian.
BACA JUGA:Resmi Dibuka! Percikan Iman Tours Hadir di Cirebon, Daftar Umroh Jadi Lebih Mudah
“Orientasi negara tentu adalah keselamatan warga negara. Kita tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah akan berkembang seperti apa,” katanya.
Meski demikian, pemerintah memastikan tetap memberikan pendampingan kepada jamaah umroh Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta penyelenggara perjalanan ibadah umroh diminta memastikan seluruh jamaah mendapatkan layanan dan pendampingan hingga bisa kembali ke Tanah Air dengan aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

