Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panas, BBWS Cimancis Siapkan Pompa hingga Drone Penyiram Air
Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro kepada wartawan saat menggelar Open Mic di kantor BBWS Cimancis Jl Pemuda, Kota Cirebon, Kamis (12/3/2026).-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih cepat dengan durasi yang lebih panjang serta suhu yang lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut berpotensi memberi dampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air bagi para petani.
Mengantisipasi potensi kekeringan tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) mulai menyiapkan berbagai langkah strategis guna meminimalkan dampak kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
BACA JUGA:Waspada! Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak
BWWS Cimancis telah menyiapkan sejumlah peralatan pendukung untuk membantu petani mendapatkan akses air selama musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan Kepala BBWS Cimancis Agus Dwi Kuncora saat kegiatan Open Mic bersama wartawan yang digelar di kantor BBWS Cimancis di Jalan Pemuda, Cirebon, Kamis 12 Maret 2026 sore.
Menurutnya, berbagai peralatan telah disiapkan mulai dari pompa air khusus penanganan kekeringan, drone penyiram air, sprinkler, hingga alat pengebor sumur dangkal yang mampu mencapai kedalaman hingga 60 meter.
“Peralatan tersebut kami siapkan sebagai langkah antisipasi agar petani tetap memiliki akses air untuk mengairi lahan pertanian saat musim kemarau,” ujar Agus.
Selain peralatan tersebut, BBWS Cimancis juga mengembangkan pompa air berbasis tenaga surya yang dirancang khusus untuk membantu petani di daerah rawan kekeringan.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BMKG Ungkap Daftar Wilayah Rawan Hujan Lebat
Pompa ini dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani secara gratis melalui sistem peminjaman bergiliran. Namun, jumlah unit yang tersedia saat ini masih terbatas.
“Petani bisa meminjam pompa secara gratis, tetapi unitnya masih terbatas. Sistemnya bergiliran, misalnya digunakan selama satu minggu kemudian dipindahkan ke wilayah lain yang membutuhkan,” jelas Agus.
Saat ini, BBWS Cimancis baru memiliki tiga unit pompa kekeringan hasil pengembangan internal. Keterbatasan tersebut disebabkan oleh terbatasnya anggaran pengadaan bahan dan peralatan.
Meski demikian, pada tahun 2026 pihaknya menargetkan penambahan jumlah pompa agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

