Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Volume sampah TPA Kopiluhur Kota Cirebon selama Ramadan meningkat signifikan hingga lebih dari 200 ton per hari, didominasi sampah rumah tangga dan kemasan plastik.-Seno Dwi Prianto-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Volume sampah TPA Kopiluhur Kota Cirebon selama Ramadan mengalami lonjakan cukup signifikan.
Aktivitas masyarakat yang meningkat selama bulan puasa membuat jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur bertambah dibandingkan hari-hari biasa.
Lonjakan ini terutama dipicu oleh meningkatnya kegiatan rumah tangga dan sektor perdagangan makanan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa dan sahur.
Kepala UPT TPA Kopiluhur pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Entis Sutisna, menjelaskan bahwa pada kondisi normal, volume sampah yang masuk ke TPA Kopiluhur rata-rata berada di angka sekitar 200 ton per hari.
BACA JUGA:Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
BACA JUGA:Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Namun selama Ramadan, jumlah tersebut cenderung meningkat karena intensitas aktivitas masyarakat yang lebih tinggi, mulai dari memasak di rumah hingga meningkatnya transaksi penjualan makanan di berbagai titik di Kota Cirebon.
“Selama Ramadan, intensitas sampah memang lebih tinggi dibanding hari biasa. Kalau biasanya satu titik pengangkutan hanya satu rit truk, sekarang bisa sampai tiga rit,” ujar Entis, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, peningkatan volume sampah ini hampir selalu terjadi setiap bulan Ramadan. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, terutama untuk kebutuhan makanan saat berbuka puasa dan sahur.
Didominasi Sampah Rumah Tangga dan Kemasan Plastik
BACA JUGA:Pemkab Cirebon Berhasil Pulangkan Korban Dugaan TPPO dari China
BACA JUGA:29 Kasus Narkoba Terungkap di Indramayu Awal 2026, Polisi Tangkap 36 Tersangka
Entis menyebutkan, jenis sampah yang paling mendominasi selama Ramadan berasal dari limbah rumah tangga.
Sampah tersebut umumnya berupa sisa makanan, plastik pembungkus makanan, serta berbagai kemasan sekali pakai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

