Aksi Vandalisme Kian Parah, Situs Bersejarah di Cirebon Jadi Sasaran
Warga Kota Cirebon melakukan bersih-bersih dengan melakukan pengecatan situs yang terdampak coretan vandalisme, Selasa (17/3/2026).-Dedi Haryadi-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Aksi vandalisme yang terjadi di sejumlah titik di Kota Cirebon kian memprihatinkan.
Tidak hanya merusak fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, para pelaku juga mulai mencoret-coret situs bersejarah yang menjadi bagian penting dari jejak penyebaran Islam di Kota Udang.
Sejumlah situs yang terdampak aksi vandalisme di antaranya Masjid Jagabayan, Makam Pangeran Pekarungan, hingga Tajug Pangeran Kejaksan.
Coretan-coretan tak bertanggung jawab tersebut dinilai mengotori sekaligus merusak nilai sejarah dan kesakralan tempat-tempat yang selama ini dihormati masyarakat.
BACA JUGA:PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan, Santuni dan Buka Bersama Yatim Dhuafa
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian situs sejarah, Jamaah Ratib, Maulid Kota Cirebon dan warga Kota Cirebon menggelar kegiatan bersih-bersih dengan melakukan pengecatan ulang pada bagian bangunan yang terdampak coretan vandalisme.
Koordinator kegiatan, Isnaen kepada RadarCirebon.Com mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap warisan sejarah dan keagamaan yang ada di Kota Cirebon.
“Kami merasa prihatin karena situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan dakwah Islam di Cirebon justru menjadi sasaran vandalisme. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesucian tempat-tempat tersebut,”katanya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, situs-situs tersebut bukan sekadar bangunan biasa, melainkan memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Cirebon.
BACA JUGA:PLN UPT Cirebon Intensifkan Sweeping Layangan di Garut Demi Keandalan Listrik Selama Ramadhan 1447 H
“Ini adalah warisan para ulama dan tokoh penyebar Islam di Cirebon. Sudah seharusnya kita menjaga dan merawatnya, bukan malah merusaknya dengan coretan-coretan yang tidak bertanggung jawab,”ujarnya.
Isnaen juga berharap adanya perhatian bersama dari masyarakat maupun pihak terkait agar aksi vandalisme terhadap situs bersejarah tidak terus berulang.
“Kami berharap masyarakat ikut peduli dan berani menegur jika melihat tindakan vandalisme. Situs-situs ini adalah bagian dari identitas dan sejarah Kota Cirebon yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (rdh)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

