Daya Motor

Harga Cabai dan Sayuran di Pasalaran Cirebon Turun Usai Lebaran, Minyak Goreng Masih Tinggi

Harga Cabai dan Sayuran di Pasalaran Cirebon Turun Usai Lebaran, Minyak Goreng Masih Tinggi

Sejumlah komoditas cabai dan sayuran mengalami penurunan harga empat hari pasca Lebaran di pasar tradisional Pasalaran, kemarin.-Khoirul Anwarudin-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Empat hari setelah Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Pasalaran Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, mulai mengalami penurunan. Kondisi ini terpantau pada Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas, terutama cabai dan sayuran.

Sebelumnya, harga sempat melonjak sejak menjelang Lebaran hingga H+2 akibat tingginya permintaan masyarakat.

Salah seorang pedagang, Erna mengatakan, penurunan harga baru mulai terjadi sejak kemarin. Pada periode Lebaran hingga dua hari setelahnya, harga masih bertahan di level tinggi. “Sekarang mulai turun semua sejak hari ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp80 ribu/kilogram (kg) kini turun menjadi Rp50 ribu/kg. Sementara cabai rawit setan turun dari Rp120 ribu menjadi Rp100 ribu/kg.

Untuk cabai merah lokal, harga saat ini berada di kisaran Rp30 ribu/kg, sedangkan cabai merah biuti sekitar Rp50 ribu/kg.

Selain cabai, harga tomat juga mengalami penurunan dari Rp20 ribu menjadi Rp16 ribu/kg.

Sementara itu, harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu/kg, kini mulai bergerak di rentang Rp40 ribu hingga Rp50 ribu/kg. Adapun bawang putih relatif stabil di harga Rp40 ribu/kg.

Meski beberapa komoditas mengalami penurunan, harga minyak goreng curah masih bertahan tinggi di angka Rp23 ribu per kilogram. Kondisi tersebut belum berubah sejak sebelum Lebaran.

Di sisi lain, harga gula pasir justru mengalami kenaikan tipis dari Rp19 ribu menjadi Rp20 ribu/kg.

Erna memperkirakan tren penurunan harga ini tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, permintaan diprediksi kembali meningkat usai momen Syawalan atau sekitar sepekan setelah Lebaran.
“Biasanya setelah Syawalan harga naik lagi karena banyak hajatan,” pungkasnya. (awr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: