Walikota Effendi Edo: Idul Fitri Momen Refleksi dalam Mengemban Amanah
Suasana salat id di Masjid At Taqwa Kota Cirebon.-Foto: Seno Dwi-RADARCIREBON.COM
RADARCIREBON.COM - Ribuan umat Islam mengikuti salat id di Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, Sabtu, 21, Maret 2026.
Suasana di Halaman Masjid At Taqwa sejak pagi sudah dipadati warga yang terus berdatangan. Tidak terkecuali para pejabat daerah.
Dalam sambutan yang dibacakan sebelum Salat Id, Walikota Cirebon, Effendi Edo mengungkapkan, Idul Fitri adalah momentum yang tepat untuk refleksi dan menengok sejenak berbagai langkah yang telah ditapaki bersama selama kurang lebih satu tahun mengemban amanah.
“Saya dan Ibu Siti Farida Rosmawati mengemban amanah sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cirebon. Kami telah memulai berbagai ikhtiar untukmewujudkan visi pembangunan Setara Berkelanjutan,” kata Effendi Edo, dalam sambutannya.
BACA JUGA:Borussia Monchengladbach Lepas Kevin Diks, Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Ke depan, sebagai walikota - wakil walikota akan terus berkomitmen bahwa narasi pembangunan yang diusung bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan upaya menghadirkan keadilan ruang bagi seluruh warga.
“Kami memulai penataan infrastruktur yang masif, mulai dariperbaikan jalan, drainase, hingga normalisasi sungai. Hal-hal tersebut adalah jawaban kami atas keresahan kolektif warga,” ujarnya.
Tentu saja, semuanya belum sempurna. Namun, Edo mengaku, akan terus berupaya untuk terus melakukan perbaikan dan penataan infrastruktur dasar bagi masyarakat Kota Cirebon.
Di sektor ekonomi, Kota Cirebon kini tidak lagi sekadar menjadi titik persinggahan di pesisir utara.
BACA JUGA:Rencana Kirim 8.000 TNI ke Gaza Ditunda, Prabowo Beberkan Alasannya
Dengan realisasi investasi yang ada, Kota Cirebon telah bertransformasi menjadi magnet baru bagi sektor jasa dan perdagangan di wilayah Ciayumajakuning. Namun, pertumbuhan ekonomi ini juga harus bersifat inklusif.
“Kami terus mendorong penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif agar kemajuan ini dirasakan secara menyeluruh,” tandasnya.
Bagi Edo, pembangunan fisik perkotaan tidak akan memiliki ruh apabila tidak dibarengi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ramadan telah melatih kita untuk peduli pada yang lapar dan dahaga. Maka, biarlah semangat itu tetap hidup di bulan-bulan berikutnya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

