Daya Motor

2 Terduga Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga di Cirebon Saat Lebaran

2 Terduga Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga di Cirebon Saat Lebaran

Dua terduga maling motor di Cirebon babak belur dihajar warga saat Lebaran. Polisi amankan pelaku dan imbau warga tidak main hakim sendiri.-Istimewa-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Aksi dugaan pencurian sepeda motor di momen Hari Raya Idulfitri berakhir dramatis di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Sabtu (21/3/2026).

Dua pria nyaris tewas setelah menjadi sasaran amukan warga.

Peristiwa itu terjadi saat suasana Lebaran masih berlangsung. Kedua pria tersebut diduga hendak mencuri sepeda motor milik warga setempat.

Namun, aksi mereka keburu dipergoki, sehingga memicu kemarahan warga sekitar.

BACA JUGA:Pesan Mendalam Idulfitri di Lemahabang: Antara Bahagia dan Sedih Tinggalkan Ramadan

BACA JUGA:Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Tanpa komando, massa langsung menghakimi kedua terduga pelaku. Mereka dihajar hingga babak belur dan mengalami luka cukup serius.

Dalam rekaman video yang beredar luas di grup WhatsApp, terlihat kedua pria itu sudah tidak berdaya dengan tangan terikat tali.

Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek Mundu segera tiba di lokasi. Petugas langsung mengamankan kedua pria tersebut dari amukan massa dan mengevakuasi mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Mundu bersama Tim Khusus Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Cirebon Kota.

BACA JUGA:Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 24 Maret, Ini Imbauan Kapolri

BACA JUGA:Libur Lebaran 2026, Kapolri Minta Wisata Air Perketat Keamanan Pengunjung

Kapolsek Mundu, AKP Didi Sumardi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kedua pria itu sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Benar, ada dua pria yang diamankan warga karena diduga hendak mencuri sepeda motor. Saat ini keduanya sudah kami amankan dan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: