Daya Motor

Kinerja Tahun Pertama, Kota Cirebon Catat IPM 78,99 dan Ekonomi Tumbuh Positif

Kinerja Tahun Pertama, Kota Cirebon Catat IPM 78,99 dan Ekonomi Tumbuh Positif

Walikota Cirebon Effendi Edo sampaikan LKPj 2025 dihadapan puluhan anggota DPRD Kota Cirebon, Kamis 26 Maret 2026.-Promkopim Kota Cirebon -

CIREBON, RADARCIREBON.COMWalikota Cirebon Effendi Edo bersama Wakil Walikota Cirebon Siti Farida Rosmawati secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis 26 Maret 2026.

Momentum ini menjadi penting karena tahun 2025 merupakan pijakan awal kepemimpinan pasangan kepala daerah tersebut dalam mewujudkan visi besar pembangunan Kota Cirebon hingga 2029.

Dalam pemaparannya, Walikota menegaskan bahwa tahun pertama difokuskan pada penguatan fondasi visi “Setara Berkelanjutan” yang mencakup Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan.

BACA JUGA:Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Kanci–Pejagan Padat, Pengendara Diminta Tertib dan Hindari Bahu Jalan

Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon menjadi 78,99 atau naik 0,9 poin dibanding tahun sebelumnya. 

Angka ini menempatkan Kota Cirebon sebagai daerah dengan kualitas sumber daya manusia tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.

Peningkatan IPM ini didorong oleh sejumlah indikator, seperti umur harapan hidup yang mencapai 75,97 tahun serta rata-rata lama sekolah di angka 10,54 tahun. 

Capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Di sektor ekonomi, Kota Cirebon mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,34 persen meskipun dihadapkan pada dinamika global. 

BACA JUGA:Nekat Mau Masuk ke Tol Pejagan, Sopir Truk Sumbu 3 Langsung Ditegur Kakorlantas

Sektor perdagangan, transportasi, dan jasa keuangan menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah.

Dampaknya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat signifikan hingga menyentuh Rp89,6 juta per tahun.

“Tahun 2025 adalah fase krusial bagi kami. Ini bukan sekadar angka, tapi cermin kerja keras bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat,” ujar Effendi Edo.

Ia juga menyebutkan angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,66 persen, serta ketimpangan pendapatan menunjukkan perbaikan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait