Bca
Daya Motor

Demo di Kejari Kuningan Memanas, Massa Tuntut Kasus Kuningan Caang Dibuka Lagi

Demo di Kejari Kuningan Memanas, Massa Tuntut Kasus Kuningan Caang Dibuka Lagi

Demo di Kajari Kuningan memanas, massa desak kasus Kuningan Caang Rp117 miliar dibuka kembali usai terbit SP3 yang dinilai tak transparan.-Bubud Sihabudin-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan, Rabu (1/4/2026). 

Aksi demo ini berkaitan dengan penghentian penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) “Kuningan Caang” yang nilainya mencapai Rp117 miliar.

Aksi demo di Kejari Kuningan tersebut diikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat, LSM, hingga mahasiswa.

Mereka datang dengan satu tuntutan utama, yakni mendesak agar kasus Kuningan Caang kembali dibuka dan diusut secara transparan.

BACA JUGA:Puluhan Ribu Pil Ilegal Disita, Polisi Bongkar Jaringan Peredaran Obat Berbahaya di Cirebon

BACA JUGA:Pelaku Curanmor di Cirebon Terekam CCTV, Aksi Nekat di Perumahan Bima Viral di Media Sosial

Menariknya, aksi ini berlangsung bertepatan dengan pekan pertama bertugasnya Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan yang baru, Yustina Engelin Kalangit.

Kedatangan massa pun langsung disambut oleh Kajari bersama jajaran pejabat kejaksaan. Sejak pukul 10.00 WIB, massa mulai memadati area depan kantor kejaksaan. 

Suasana sempat memanas ketika terjadi perdebatan antara demonstran dengan pihak Kejari terkait alasan diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada kasus tersebut.

Para peserta aksi menilai keputusan penghentian penyidikan tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung tidak transparan.

BACA JUGA:Sampah Menggunung di Exit Tol Ciledug Dibersihkan, DLH Cirebon Siapkan Sanksi

BACA JUGA:Bangunan Liar di Kawasan Bima Cirebon Disegel, Ternyata Ada Tempat Hiburan Juga

Mereka bahkan secara tegas meminta agar dokumen fisik SP3 diperlihatkan kepada publik saat itu juga.

“Kami ingin bukti fisik SP3 ditunjukkan sekarang, agar semuanya jelas dan tidak menimbulkan kecurigaan,” ujar Imam, salah satu orator dalam aksi tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: