DLH Minta Maaf Soal Sampah di Cirebon Timur, Jelaskan Kendala BBM dan Armada

DLH Minta Maaf Soal Sampah di Cirebon Timur, Jelaskan Kendala BBM dan Armada

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, meminta maaf atas keterlambatan pengangkutan sampah kepada para pelaku usaha restoran.-Samsul Huda-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COMDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon akhirnya angkat bicara terkait keluhan pelaku usaha soal layanan pengangkutan sampah yang dinilai belum maksimal, terutama di Cirebon Timur

Permasalahan ini mencuat bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon pada 2 April 2026.

Melalui Bidang Kebersihan dan Pertamanan, DLH Kabupaten Cirebon menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelaku usaha atas keterlambatan layanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Kondisi ini diakui berdampak pada aktivitas usaha, khususnya yang bergantung pada kebersihan lingkungan.

BACA JUGA:Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ternoda: Masalah Sampah di Cirebon Timur, Pelaku Usaha Mengeluh

BACA JUGA:Dari Bandung ke Indramayu: Rumah Ono Surono Digeledah KPK, Ketua PDIP Jabar Terlibat Kasus Apa?

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, menjelaskan bahwa gangguan layanan bukan tanpa sebab. 

Ia menyebut sejumlah kendala teknis menjadi faktor utama, mulai dari proses administrasi hingga pengadaan bahan bakar minyak (BBM) yang belum berjalan optimal.

Menurutnya, sistem pengisian BBM yang masih menggunakan metode cash and carry membuat operasional armada tidak bisa langsung berjalan. 

Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam proses pengangkutan sampah di sejumlah titik.

BACA JUGA:Kemenhaj Kota Cirebon Gelar Manasik Haji, 278 Jamaah Siap Berangkat 8 Mei 2026

BACA JUGA:Gedong Duwur Indramayu Ambruk, Nasib Bangunan Cagar Budaya Ini di Ujung Tanduk

“Setiap armada membutuhkan sekitar 15 hingga 20 liter BBM per hari. Dalam kondisi ideal, satu kendaraan bisa melakukan hingga tiga kali ritasi. Namun di lapangan, ada yang hanya mampu satu atau dua ritasi,” ungkapnya, Kamis (2/4/2026).

Selain kendala BBM, keterbatasan armada juga menjadi persoalan krusial. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait