Bca
Daya Motor

BBM Melonjak, Australia Ambil Langkah Strategis: Transportasi Umum Digratiskan

BBM Melonjak, Australia Ambil Langkah Strategis: Transportasi Umum Digratiskan

Beberapa negara bagian di Australia memilih untuk menggratiskan transportasi umum saat harga BBM dunia naik. -Pixabay-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak luas ke berbagai sektor global. 

Salah satu efek paling terasa adalah melonjaknya harga minyak dunia yang memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara.

Kondisi ini bahkan telah mendorong beberapa wilayah di Australia mengambil langkah ekstrem untuk mengurangi beban masyarakat, yakni dengan menggratiskan transportasi umum.

BACA JUGA:ASN Kota Cirebon Mulai WFH Pekan Depan, Ini Skemanya

Di negara bagian Victoria, pemerintah setempat resmi menggratiskan layanan transportasi Metropolitan dan V/Line mulai 31 Maret hingga 30 April 2026. 

Kebijakan ini diambil sebagai respons langsung terhadap kenaikan harga BBM yang signifikan.

Premier (Perdana Menteri Negara Bagian) Victoria, Jacinta Allan, menyebut kebijakan tersebut bersifat sementara namun strategis untuk membantu masyarakat.

“Kebijakan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga serta menekan penggunaan bahan bakar,” ujarnya dilansir dari ABC.

Pemerintah Victoria memperkirakan program ini akan menghabiskan anggaran sekitar 70 juta dolar AS.

BACA JUGA:Pemerintah Jawab Isu Harga BBM Naik 1 April 2026, Jangan Panik!

Langkah serupa juga dilakukan di Tasmania. Pemerintah setempat menggratiskan seluruh layanan bus dan feri selama tiga bulan, mulai 30 Maret hingga 30 Juni 2026.

Program ini mencakup berbagai operator transportasi, termasuk layanan bus sekolah berbayar yang kini bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat.

Menariknya, sebelum kebijakan ini resmi diumumkan, penggunaan bus di Tasmania sudah meningkat hingga 20 persen, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi publik.

Pemerintah Tasmania memperkirakan biaya kebijakan ini mencapai sekitar 850 ribu dolar AS per bulan, atau lebih dari 2,5 juta dolar hingga Juli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase