KDM Soroti Salam Kulanun–Mangga Cirebon, Tegaskan Nilai Akhlak dan Kesantunan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespons peluncuran salam kebudayaan Cirebon 'Kulanun-Mangga'.-Zezen Zaenudin Ali-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan terkait peluncuran salam khas Cirebon “Kulanun–Mangga”.
Salam kebudayaan ini diperkenalkan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026).
Pria yang akrab disapa KDM itu menilai, kemunculan salam budaya seperti Kulanun–Mangga merupakan bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai akhlak dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, masyarakat Sunda di berbagai wilayah, termasuk Cirebon, memiliki akar nilai yang sama, meski ekspresi budaya bisa berbeda.
BACA JUGA:Campak Meningkat, Ini Daftar Daerah di Jabar yang Jalankan Imunisasi ORI
BACA JUGA:Mencekam! Kebakaran Kios Mie Ayam di Cirebon, Pemilik Pingsan di Kamar Mandi
Nilai tersebut, kata dia, terletak pada sikap hormat dan kesantunan yang tercermin dalam komunikasi.
“Dimanapun orang Sunda berada, baik di wilayah Cirebon, Priangan, maupun Sunda bagian barat, semuanya berangkat dari nilai akhlak. Itu tercermin dalam pola pikir dan perilaku sehari-hari,” ujarnya.
KDM menjelaskan, keberagaman salam dalam budaya Sunda bukanlah hal baru.
Selain salam populer seperti Sampurasun yang dijawab dengan Rampes, masyarakat Cirebon juga memiliki salam khas yang sarat makna, yakni Kulanun yang dijawab Mangga.
Ia menegaskan, perbedaan tersebut bukan soal mana yang lebih unggul, melainkan bentuk kekayaan budaya yang harus dijaga.
Esensi dari semua salam itu tetap sama, yakni bentuk penghormatan kepada orang lain.
“Intinya adalah kesantunan. Bagaimana kita menghargai orang yang ada di hadapan kita,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
