Dinsos Kota Cirebon Hadapi Lonjakan Mr X, Terkendala Identitas dan Penolakan Keluarga
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Cirebon Hermawan Adi Nugroho AP menunjukkan aneka kebutuhan baju untuk Mr X yang saat ditemukan dalam kondisi subur, maka diperlukan pergantian baju, mulai sarung, daster, kaos hingga pampers.-Abdullah -Radar Cirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Kota Cirebon dengan pertumbuhannya ternyata berdampak terhadap meningkatnya permasalahan sosial.
Salah satunya seperti yang berhadapan dengan dinas sosial terkait klien terindikasi Mr X (orang tanpa identitas kependudukan). Dari tahun ke tahun jumlah Mr X yang ditangani Dinsos Kota Cirebon mengalami kenaikan setiap tahunnya, sampai saat ini jumlah Mr X yang ditangani Dinsos tahun 2025 mencapai 25 orang Mr X.
Kabid Rehabilitasi Sosial, Hermawan Adi Nugroho AP kepada Radar Cirebon, Kamis (2/4/2026) mengakui ada kecenderungan meningkatnya jumlah Mr X yang ditangani kota Cirebon. Mr X ini ada orang yang tidak diketahui identitasnya tapi kondisinya terlantar dan membutuhkan penanganan serius.
Hermawan menyampaikan, penanganan kondisi Mr X oleh dinsos terkadangan kondisinya sakit, tidak mampu membersihkan diri sehingga oleh relawan yang ada di dinsos dimandikan hingga dipakaikan pampers.
Karena harus ditangani, lanjut Hermawan, maka Dinsos menyediakan kebutuhan permakanan hingga kebutuhan pakaian seperti baju baju. Karena Mr X ketika ditangani Dinsos kondisi bajunya sudah tidak layak, oleh Dinsos dimandikan dan diganti dengan baju yang lebih layak.
“Mr X selalu kita tangani, kita menyediakan kebutuhan pakaian hingga makanan,” tandasnya
Untuk melacak indentitas dari Mr X ini, menurut Hermawan, Dinsos juga melakukan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait perekaman kependudukan melalui iris mata.
Terkadang ketika sudah terlacak asal usul dari Mr X, dan oleh kami bawa ke daerah asalnya ternyata keluarganya menolak untuk merawatnya, kondisi ini menjasdi dilema bagi Dinsos, sedangkan Dinsos Kota Cirebon hingga saat ini belum memiliki rumah singgah
BACA JUGA:Tetap Gaspol Setelah Jalan Jarak Jauh, Ini Dia 8 Komponen Motor yang Perlu Diperiksa dan Diservis
“Perkenalnah kejadian ketika asal usul Tuan X, kami kemudan membawa Tuan X ke rumahnya dan di keluarganya ternyata tidak mau menerima, ini yang membuat kami bingung, bahkan di keluarga tersebut masih saling berselisih dan tetap tidak mau menerimanya,” ujarnya
Yang menjadi perhatian dinsos juga, ketika saat dilakukan perekaman oleh Disdukcapil, ternyata tidak terlacak oleh sistem, bisa jadi karena memang tidak berhasil mendapatkan perekaman data kependudukan. Bahkan kalau ditanya kadang berubah-ubah, kadang juga tidak tahu asal usulnya. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
