Daya Motor

Tangani Stroke Lebih Cepat, RSUD Waled Siapkan Fasilitas Cathlab Canggih

Tangani Stroke Lebih Cepat, RSUD Waled Siapkan Fasilitas Cathlab Canggih

Dokter Spesialis Neurologi dan Neurointervensi RSUD Waled, dr Amaludin Jaelani SpN FINA-Mohamad Junaedi-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - RSUD Waled terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan rencana pengadaan fasilitas catheterization laboratory (cathlab) lewat bantuan dari Kementerian kesehatan Republik Indonesia. 

Kehadiran fasilitas ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan.

Terutama penanganan penyakit saraf terutama pada kasus-kasus kegawatan yang mengancam nyawa dan mengakibatkan kecacatan seperti stroke di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA:Keren! RSUD Waled Segera Hadirkan Layanan Jantung dan Cath Lab Canggih di Cirebon Timur

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah perbatasan Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), RSUD Waled berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih komprehensif.

Cathlab nantinya akan digunakan untuk menunjang tindakan neurointervensi, terutama dalam penanganan kasus stroke yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan minimal invasif.

Dengan adanya fasilitas ini, RSUD Waled disebut akan menjadi satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Cirebon yang akan mendapatkan bantuan cathlab dari Kementerian Kesehatan. 

Kehadiran alat tersebut diproyeksikan terealisasi pada tahun 2026.

“Dengan cathlab, penanganan pasien stroke bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” kata Amaludin Jaelani, seorang dokter spesialis neurologi dan neurointervensi di RSUD Waled, Jumat 10 April 2026.

Dijelaskan, cathlab akan mendukung layanan berbasis teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA), yakni metode canggih untuk pemeriksaan pembuluh darah secara lebih akurat, cepat, dan minim rasa nyeri. 

BACA JUGA:Puasa Tanpa Bau Mulut, Dokter RSUD Waled Bagikan Cara Merawat Gigi yang Benar

“Metode DSA ini sangat penting untuk mendiagnosis berbagai kelainan pembuluh darah di otak, seperti penyempitan, sumbatan, aneurisma otak, hingga malformasi pembuluh darah atau AVM,” jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan DSA dilakukan dengan prosedur minimal invasif, diawali pembiusan lokal di area pangkal paha, kemudian kateter kecil dimasukkan melalui pembuluh darah menuju otak.

Zat kontras kemudian disuntikkan untuk menghasilkan gambaran detail kondisi pembuluh darah di otak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait