Survei Cyrus Network Penanganan Bencana Sumatera: 79,6% Publik Nilai Lebih Baik
Survei Cyrus Network penanganan bencana Sumatera menunjukkan 79,6% publik nilai membaik, namun mayoritas minta peningkatan ke depan.-Istimewa-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Hasil Survei Cyrus Network penanganan bencana Sumatera menunjukkan adanya peningkatan kinerja pemerintah dalam menangani dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Meski demikian, mayoritas masyarakat tetap berharap adanya perbaikan berkelanjutan dalam respons penanganan bencana ke depan.
Survei nasional yang dilakukan oleh Cyrus Network pada 1–5 April 2026 mencatat, sebanyak 79,6 persen responden menilai penanganan bencana di Sumatera saat ini sudah lebih baik dibandingkan kondisi pada awal kejadian di November 2025.
Tak hanya itu, tingkat kepuasan publik terhadap upaya pemerintah juga tergolong tinggi.
BACA JUGA:Prabowo: Pembicaraan Indonesia-Rusia Sangat Produktif dan Kemajuannya Pesat
BACA JUGA:Nelayan Indramayu Tenggelam Ditemukan, Basarnas Ungkap Kronologi Lengkap
Sebanyak 73,8 persen responden mengaku puas dengan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani bencana di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Peneliti utama Cyrus Network, Syahril Ilhami, mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat juga sudah mengetahui peristiwa bencana tersebut.
Data menunjukkan 83,7 persen responden mengetahui kejadian tersebut, sementara 16,3 persen lainnya tidak mengetahuinya.
Dari sisi dampak, sekitar 7,3 persen responden mengaku keluarganya terdampak langsung oleh bencana.
BACA JUGA:Prabowo Ucapkan Hari Kosmonaut untuk Putin dan Warga Rusia, Sorot Nama “Gagarin” di Indonesia
Sementara itu, 15,5 persen lainnya merasakan dampak tidak langsung, seperti terganggunya aktivitas ekonomi, distribusi logistik, transportasi, hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.
Meski indikator penilaian menunjukkan tren positif, publik tetap memberikan catatan penting.
Sebanyak 95,6 persen responden menilai bahwa penanganan bencana masih perlu ditingkatkan ke depan. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kepuasan masyarakat belum sepenuhnya optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

