Daya Motor

KDM Dikritik Soal Gedung Sate Akhirnya Buka Suara, Simak Jawabannya

KDM Dikritik Soal Gedung Sate Akhirnya Buka Suara, Simak Jawabannya

Seorang pekerja tengah mengerjakan proyek penggantian pavling block di plaza Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.-Dimas Rachmatsyah -Jabar Ekspres

RADARCIREBON.COMGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara terkait polemik penataan halaman Gedung Sate yang menuai kritik.

Ia menegaskan bahwa proyek tersebut tidak menyentuh bangunan utama yang berstatus cagar budaya.

Menurut Dedi, penataan yang dilakukan hanya difokuskan pada area luar atau halaman, bukan pada struktur Gedung Sate itu sendiri. 

Ia menekankan bahwa gedung ikonik di Bandung tersebut dilindungi undang-undang sebagai warisan sejarah.

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Ubah Wajah Gedung Sate, Lalu Lintas Dijamin Lancar

BACA JUGA:Heboh Siswa Tak Sopan ke Guru, Dedi Mulyadi Minta Hukuman Lebih Mendidik

“Yang ditata itu halamannya, bukan Gedung Sate-nya. Gedung Sate adalah heritage yang dilindungi,” ujar Dedi, Minggu (19/4/2026), seperti dilansir dari Jabarekspres.com.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kritik yang berkembang, terutama di media sosial, terkait perubahan kawasan sekitar gedung pemerintahan tersebut.

Dedi juga mengungkapkan bahwa langkah penataan ruang publik seperti ini bukan hal baru baginya. 

Ia mengacu pada pengalamannya saat menjabat di Purwakarta. 

BACA JUGA:Update Cicilan Motor Listrik Polytron Fox 350 2026, Cek Angsuran Termurah

BACA JUGA:12 HP Paling Laris di Indonesia 2026, Dari Rp1 Jutaan hingga Flagship Super Kencang

Tepatnya ketika melakukan revitalisasi kawasan Alun-alun Kian Santang yang terintegrasi dengan Pendopo Purwakarta.

Kala itu, proyek tersebut juga sempat menuai penolakan. Namun seiring waktu, hasil penataan justru mendapat apresiasi karena memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait