Santri Al Hikmah Raih Best Research Award di National Essay Competition
Muhammad Faqih Al Qushayy dari MA Al Hikmah 2 Dukupuntang, Cirebon, berfoto bersama Kepala MA Al Hikmah 2, Maman Herman, dan Wakil Kesiswaan Anton Sugianto usai meraih penghargaan tingkat nasional.-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Santri Pesantren Al Hikmah Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Muhammad Faqih Al Qushayy, siswa kelas X MA Al Hikmah 2, berhasil meraih juara dalam ajang National Essay Competition pada kategori Best Research Award belum lama ini.
Prestasi tersebut menambah deretan capaian yang telah diraih pesantren.
Faqih yang bercita-cita menjadi dosen itu juga memiliki prestasi nonakademik yang membanggakan, yakni telah menghafal Alquran sebanyak 9 juz. Santri kelahiran Sumedang, 25 Oktober 2009, tersebut merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, pasangan Drs H Nuriyadin MSi dan Hj Enung Ukon Konaah, A.Md. Ia memiliki hobi membaca buku.
“Tidak ada yang tidak bisa jika kita mau,” ujarnya.
Prinsip tersebut, kata dia, terinspirasi dari sang ayah yang kini berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Faqih menuturkan, dirinya mulai menempuh pendidikan di Pesantren Tahfidz Quran Terpadu (PTQT) Al Hikmah sejak empat tahun lalu. Ia mengaku tidak menyangka mampu menghafal Alquran hingga 9 juz.
“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua yang selalu mendoakan, serta para pembimbing yang terus mendampingi hingga mencapai hasil ini,” katanya.
BACA JUGA:Tekankan Jaga Integritas dan Kinerja, Bupati Imron Ambil Sumpah Janji 63 PNS
Orang tua Faqih, Drs H Nuriyadin MSi, berharap putranya dapat menuntaskan hafalan Alquran hingga 30 juz. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola Pesantren Al Hikmah yang telah membimbing putranya hingga mampu berprestasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengelola pesantren yang telah membentuk anak kami menjadi pribadi yang aktif, berprestasi, dan berakhlak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MA Al Hikmah 2, Maman Herman SPdI menyatakan prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan di lingkungan pesantren.
Ketua Yayasan Al Hikmah Dukupuntang, Nina Nurohmah, MSI Al Hafidzah, menambahkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis asrama, di mana santri menjalani aktivitas selama 24 jam dalam lingkungan pendidikan.
BACA JUGA:Hari Pertama TKA SD di Cirebon Serba Digital, Siswa Ujian Pakai Laptop dan Token Khusus
“Pesantren berupaya memfasilitasi potensi santri agar berkembang, baik dalam hafalan Al-Qur’an maupun prestasi akademik,” ujarnya.
Ia berharap para santri tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga berprestasi di bidang akademik. “Faqih telah menunjukkan capaian tersebut sebagai santri Al Hikmah, dengan hafalan 9 juz, aktif berorganisasi, dan meraih prestasi nasional,” tandasnya. (abd/adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

