Kisah Eni di Klaten: Usaha Telur Rumahan Naik Kelas Berkat Program MBG
Eni Melani (31), warga Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) seorang peternak ayam petelur rumahan yang usahanya merangsek naik berkat adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).-Bakom RI-
KLATEN, RADARCIREBON.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi mikro di tingkat rumah tangga.
Hal ini dirasakan langsung oleh salah satu peternak ayam petelur rumahan, Eni Melani (31), warga Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah (Jateng).
Eni telah menjalankan usaha ayam petelur selama kurang lebih tiga tahun. Awalnya, hasil produksinya hanya dipasarkan secara terbatas kepada tetangga dan warung sekitar.
BACA JUGA:Daftar Sekarang! Pemerintah Buka Pelatihan Semikonduktor, Lulus Bisa Direkrut BUMN
Namun, sejak terlibat sebagai pemasok dalam program MBG, usahanya kini memiliki pasar yang lebih pasti.
“Telur-telur ini saya jual pertama di tetangga-tetangga. Terus saya supply ke warung-warung."
"Terus sekarang ada program MBG, saya menawarkan di dapur untuk dijadikan di program MBG. Telurnya saya supply ke sana,” ujar Eni saat di rumahnya, Rabu 22 April 2026.
Dalam sehari, produksi telur yang dihasilkan mencapai sekitar 8–9 kilogram, dengan harga jual mengikuti pasar, berkisar Rp26.000–27.000 per kilogram.
Untuk memenuhi kebutuhan MBG, telur-telur tersebut dikumpulkan terlebih dahulu hingga mencapai 25–30 kilogram sebelum dikirim ke dapur MBG.
BACA JUGA:Indonesia Kirim Pupuk ke Australia, Prabowo dan Albanese Bahas Kerja Sama Strategis
“Kan itu nggak setiap hari dikirim ke MBG. Kita kumpulin, nanti kalau ke MBG udah 25–30 kilo, saya baru anter,” jelasnya.
Menurut Eni, kehadiran MBG memberikan kepastian pasar sekaligus mempercepat perputaran usaha, terutama untuk kebutuhan pembelian pakan.
“Kalau ada MBG itu saya nandu langsung ke MBG, uangnya muter buat beli pakan, gitu,” ungkapnya.
Sebelum adanya program MBG, Eni harus aktif menawarkan dagangannya dari rumah ke rumah maupun ke warung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

