Daya Motor

Chaos di Bandung Saat May Day, Polisi Amankan Massa Berbaju Hitam

Chaos di Bandung Saat May Day, Polisi Amankan Massa Berbaju Hitam

Sejumlah aparat kepolisian dari Polda Jabar mengamankan lokasi di Kota Bandung, Jumat 1 Mei 2026.-hasil tangkap layar-

BANDUNG, RADARCIREBON.COMKericuhan pecah di pusat Kota BANDUNG saat massa aksi Hari Buruh Internasional yang sebelumnya berlangsung damai di depan DPRD Jawa Barat mulai bergerak ke sejumlah titik.

Situasi memanas ketika sebagian kelompok diduga bertindak anarkis, memicu respons cepat aparat kepolisian, Jumat 1 Mei 2026 malam.

Pasukan Brimob dari Polda Jawa Barat diterjunkan lengkap dengan kendaraan taktis (rantis). Aparat juga menyiapkan water cannon serta gas air mata sebagai langkah antisipasi untuk mengendalikan massa.

BACA JUGA:Hari Buruh 2026: Pemprov Jabar Jamin Hak Korban PHK

Di tengah situasi mencekam, kebakaran yang sempat melahap pos polisi di simpang Jalan Cikapayang–Tamansari berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Meski api telah padam, kondisi di sekitar lokasi masih belum sepenuhnya kondusif.

Aksi yang semula berjalan tertib berubah menjadi ricuh saat sebagian massa keluar dari titik aksi utama dan memicu bentrokan.

Polisi menyebut kelompok tersebut bukan bagian dari massa buruh maupun mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi secara damai.

Dalam aksi tersebut, massa sebelumnya menyuarakan tujuh tuntutan utama. Di antaranya desakan pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, penolakan sistem outsourcing, hingga tuntutan kenaikan upah layak.

Selain itu, massa juga menyoroti isu PHK massal, pengendalian impor, reformasi sistem pajak termasuk kenaikan PTKP, serta penghapusan pajak Tunjangan Hari Raya (THR).

BACA JUGA:Demo Hari Buruh di Cirebon Diwarnai Bakar Ban, Polisi Pastikan Kondusif

Tuntutan lain yang mencuat adalah percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), dorongan pengesahan aturan perampasan aset, serta penurunan potongan aplikasi ojek online menjadi 10 persen.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Setiawan menegaskan, aparat telah mengendalikan situasi dan mengamankan sejumlah orang yang diduga menjadi pemicu kericuhan.

Menurutnya, kelompok tersebut memiliki ciri khas mengenakan pakaian serba hitam, menutup wajah, serta membawa benda berbahaya seperti bom molotov. Mereka juga diduga melakukan perusakan fasilitas umum, termasuk membakar pos polisi.

“Ini sangat membahayakan dan tidak bisa ditoleransi. Tindakan tersebut bukan bagian dari penyampaian aspirasi, melainkan sudah mengarah pada tindak kriminal,” tegas Rudy.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: