565 Siswa SMK Muhammadiyah Lemahabang Lulus, 45 Persen Sudah Kerja
Berhasil luluskan ratusan siswa yang 45 persennya sudah diserap dunia kerja, Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman meninjau langsung aktivitas kegiatan belajar mengajar di SMK Muhamadiyah Lemahabang. -Mohamad Junaedi-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sebanyak 565 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Lemahabang resmi dinyatakan lulus melalui pembagian Surat Keterangan Lulus (SKL) yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Mandiri, Berakhlak Mulia & Inovatif” dan diikuti oleh siswa dari tiga jurusan unggulan, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang, Mohamad Ruspandi SPdI mengatakan, lulusan SMK tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik.
BACA JUGA:Banggakan Cirebon! SMK Muhammadiyah Lemahabang Borong Medali di Olimpiade Achmad Dahlan 2026
Tetapi juga harus siap secara mental, keterampilan, dan karakter dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
“Lulusan harus siap kerja, siap melanjutkan pendidikan, dan tetap menjaga akhlak. Jadilah generasi yang mandiri serta inovatif,” ujarnya.
Sebagai sekolah yang menyandang status SMK Pusat Keunggulan binaan industri, momentum kelulusan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan wawasan tambahan kepada siswa melalui seminar industri.
Dalam kesempatan tersebut, Yamaha turut hadir memberikan materi terkait perkembangan teknologi otomotif, peluang kerja di sektor industri, hingga potensi wirausaha bengkel bagi lulusan, khususnya dari jurusan TSM dan TKR.
Menariknya, kegiatan kelulusan tidak hanya bersifat seremonial. Pihak sekolah juga menghadirkan berbagai layanan sosial gratis yang terbuka untuk masyarakat umum maupun alumni.
Di antaranya layanan servis sepeda motor, pembuatan SKCK, pembuatan kartu kuning bagi pencari kerja, bazar kuliner hasil karya siswa, hingga kegiatan donor darah.
Menurut Ruspandi, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
“Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan keahlian mereka dengan melayani masyarakat,” jelasnya.
Dari data yang dihimpun pihak sekolah, sekitar 45 persen lulusan telah berhasil terserap ke dunia kerja bahkan sebelum pembagian SKL dilaksanakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

