Daya Motor

Telkomsel Resmi Luncurkan Program Terpujilah Guru, Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Indonesia

Telkomsel Resmi Luncurkan Program Terpujilah Guru, Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Indonesia

Telkomsel resmi luncurkan program Terpujilah Guru untuk tingkatkan kompetensi digital dan AI guru demi pendidikan Indonesia lebih maju dan adaptif.-Istimewa-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Komitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional kembali ditegaskan oleh Telkomsel. Kali ini Telkomsel resmi luncurkan Program Terpujilah Guru

Inisiatif ini dirancang untuk membantu para tenaga pendidik beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar mengajar.

Program ini resmi diperkenalkan melalui rangkaian roadshow yang dimulai dari Sumedang, Jawa Barat. 

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 guru dari berbagai wilayah di Sumedang dan sekitarnya. 

BACA JUGA:Update Subsidi Motor Listrik Juni 2026: Harga Polytron Fox R Terbaru, Cicilan Mulai Rp400 Ribuan

Acara pembukaan turut dihadiri oleh General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, serta Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Dalam keterangannya, Anandoz Bangsawan menjelaskan bahwa program Terpujilah Guru merupakan platform pelatihan dan pengembangan kompetensi yang dirancang secara praktis dan aplikatif. 

Fokus utamanya adalah membekali guru dengan kemampuan digital agar mampu menghadapi tantangan pembelajaran di era modern.

Ia menegaskan bahwa peran guru saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi tradisional sebagai penyampai materi. 

BACA JUGA:Pemilik Warung Korban Gangster di Cirebon Trauma Berat, Kapolres Turun Tangan Beri Perlindungan

Guru dituntut menjadi educator, creator, sekaligus innovator yang mampu mengarahkan siswa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

Transformasi digital di dunia pendidikan berjalan sangat cepat. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan peningkatan kompetensi guru masih cukup besar. 

Berdasarkan data Uji Kompetensi Guru (UKG), sekitar 81 persen tenaga pendidik di Indonesia belum memenuhi standar minimum. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait