Daya Motor

Heboh 41 Sapi Pemkab Cirebon Gagal Terjual, DPRD Sebut Salah Perencanaan

Heboh 41 Sapi Pemkab Cirebon Gagal Terjual, DPRD Sebut Salah Perencanaan

Kondisi sapi milik Dinas Pertanian di Balai Pengembangan Bibit Peternakan Desa Kubangdeleg tampak kurus yang disebut-sebut sebagai pemicu gagalnya lelang.-SAMSUL HUDA-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sebanyak 41 ekor sapi milik Pemerintah Kabupaten CIREBON gagal lelang. 

Kegagalan tersebut bukan tanpa sebab. Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyebut, gagalnya proses lelang dipengaruhi momentum menjelang Idul Adha. 

Pada musim kurban seperti saat ini, peternak lebih memilih menjual ternaknya dibanding membeli sapi baru. Namun, alasan tersebut dinilai tidak cukup menjawab persoalan utama. 

BACA JUGA:Hewan Kurban Terlaris di Cirebon 2026, Domba Garut dan Sapi Simental Dominan

Gagal lelang selama dua kali itu pun mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Cirebon. 

Pasalnya, kondisi sangat memprihatikan. Tubuhnya kurus lantaran kekurangan pakan. 

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setyawan SSi, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan di internal Dinas Pertanian.

“Ini menjadi bukti buruknya perencanaan di Dinas Pertanian,” tegas Aan, Selasa 19 Mei 2026.

Menurutnya, persoalan tidak hanya terletak pada gagalnya lelang, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar pakan ternak yang dinilai terabaikan akibat efisiensi anggaran.

BACA JUGA:41 Sapi Milik Pemkab Cirebon Terancam Mati karena Pakan Menipis, DPRD Desak Solusi Cepat

"Harusnya pengadaan pakan menjadi prioritas utama karena ini aset hidup. Tidak ada istilah efisiensi untuk kebutuhan makan ternak. Kalau pakannya dikurangi, dampaknya ya seperti sekarang, sapi-sapi jadi kurus dan tidak terurus," terangnya. 

Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, bahwa Dinas Pertanian mengakui adanya pengurangan anggaran pakan bagi puluhan sapi tersebut. 

Akibatnya, stok pakan terus menipis sementara kondisi ternak semakin memburuk.

Bahkan, kebutuhan anggaran pakan hingga Agustus mendatang diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Sementara pengadaan baru bisa dilakukan melalui perubahan anggaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait