Hujan Deras Picu Longsor di Cigugur Kuningan, Dapur Rumah Warga Ambruk
Hujan deras memicu longsor di Kelurahan Cigadung, Kabupaten Kuningan. Dapur rumah warga ambruk, akses gang ditutup sementara dan BPBD lakukan penanganan darurat.-BPBD Kuningan-
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, memicu terjadinya tanah longsor di Kelurahan Cigadung, Rabu 20 Mei 2026.
Bencana tersebut menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di belakang rumah warga ambrol hingga merusak bagian dapur rumah dan menyeret area pekarangan.
Peristiwa longsor terjadi di kawasan permukiman padat penduduk dan sempat membuat warga panik. Material tanah bergerak cukup dekat dengan rumah-rumah warga sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya longsor susulan.
BACA JUGA:Jalan Nagrak-Lojikaum Putus Akibat Longsor, DPUTR Cirebon Segera Bangun Jalan Darurat
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan yang ditimbulkan cukup parah dan berdampak pada aktivitas warga sekitar.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, longsor dipicu kondisi tanah yang labil akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Cigugur dalam beberapa hari terakhir.
“Curah hujan menyebabkan TPT di belakang rumah warga tidak mampu menahan tekanan tanah sehingga terjadi longsor,” ujarnya dalam laporan kaji cepat BPBD Kuningan.
Berdasarkan hasil assessment sementara, material longsor memiliki panjang sekitar 15 meter dengan tinggi mencapai 5 meter dan lebar sekitar 1 meter.
Longsoran tanah tersebut menyeret sebagian pekarangan rumah milik warga bernama Enco (60).
BACA JUGA:Kali Kutawuwu Meluap, Permukiman di Pangenan Cirebon Masih Tergenang Banjir hingga 2 Hari
Tak hanya itu, dapur rumah milik warga lainnya bernama Sakmad (72) juga mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian dinding bangunan ambruk diterjang material longsor.
Selain merusak rumah warga, longsoran tanah juga menimpa kolam ikan milik warga bernama Sahri. Sedikitnya dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa terdampak dalam bencana tersebut.
Pasca kejadian, aparat kelurahan bersama pihak kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi longsor.
Tim assessment BPBD diterjunkan untuk mendata kerusakan sekaligus melakukan pemantauan kondisi tanah di sekitar titik longsor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

