Menteri PKP Apresiasi Dukungan BSI Pada Program Perumahan, Target 2026 Rp1,2 Triliun
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan dan peran aktif Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di sektor perumahan. -Istimewa-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap dukungan aktif Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program strategis, khususnya di sektor perumahan rakyat.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Apresiasi itu disampaikan Menteri PKP saat menerima jajaran direksi BSI yang dipimpin Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam sebuah pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan perbankan syariah dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
BACA JUGA:RSUD Waled Gelar Safari KB, Puluhan Warga Ikuti Layanan IUD hingga Implan
BACA JUGA:Sampah TPS Kecomberan Cirebon Menggunung Lagi, Warga PCL Kembali Mengeluh
Maruarar Sirait mengatakan, program Kredit Program Perumahan (KPP) yang dijalankan menunjukkan tren positif di sejumlah daerah.
Salah satu capaian terbaik tercatat pada kegiatan sosialisasi KPP yang digelar BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp315,7 miliar.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi sinyal bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan rumah masih sangat tinggi.
Pemerintah pun melihat program ini sebagai salah satu instrumen penting untuk mendorong lahirnya kelas menengah baru melalui kepemilikan hunian yang layak.
BACA JUGA:PPP Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Muscab, Targetkan Partai Lebih Solid dan Modern
BACA JUGA:John Herdman Panggil 44 Pemain Timnas Indonesia, Berikut Skuad Sementara FIFA Matchday Juni 2026
Secara nasional, realisasi Kredit Program Perumahan hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp16,2 triliun.
Sementara itu, khusus penyaluran KPP oleh BSI telah mencapai sekitar 67 persen dari target sebesar Rp1,2 triliun, atau setara dengan sekitar Rp800 miliar. Mayoritas debitur berasal dari sisi permintaan atau demand masyarakat yang cukup kuat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

