BPP PC Wanita Al-Irsyad Al-Islamiyyah Gelar Seminar Parenting
BPP PC Wanita Al-Irsyad Al-Islamiyyah Gelar Seminar Parenting -Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Dalam rangka memberikan pemahaman tentang pola asuh orang tua terhadap anak, Biro Pendidikan dan Pengajaran (BPP) Pengurus Cabang Wanita Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon menggelar seminar parenting Orang Tua Hebat Membentuk Generasi Kuat, Sabtu (23/5/2026) di Islamic Center Cirebon. Hadir sebagai Pembicara Intan Erlita MPsi, Pengurus Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon, Guru guru, orang tua siswa.
Ketua Pengurus Cabang Wanita Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon, Rodiyah Azis SPd AUD dalam sambutannya mengatakan, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pola asuh orang tua menjadi benteng utama dalam menjaga moral dan masa depan generasi muda.
Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Cabang Wanita Al-Irsyad Kota Cirebon melalui Biro Pendidikan dan Pengajaran sukses menyelenggarakan Seminar Parenting bertajuk "Orang Tua Hebat Membentuk Generasi Kuat". Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Masjid Al-Taqwa, Kota Cirebon.
Acara ini, kata Rodiyah, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari orang tua murid serta para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Wanita Al-Irsyad, mulai dari TK, KOBER, TPA, RA, MTQ ( madrasah ta'alumil qur'an). Seminar ini menghadirkan psikolog sekaligus founder Titik Putih, Intan Erlita, M.Psi, sebagai narasumber utama.
BACA JUGA:MAXi Yamaha Day 2026 Pecah! Ribuan Riders Sulawesi Tumpah Ruah Rayakan Spirit ‘More Than Ride’ di Kota Bone
Rodiyah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Namun demikian dirinya menekankan pentingnya bekal ilmu bagi orang tua dan guru dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era teknologi yang semakin canggih.
"Kita sekarang berada di zaman yang luar biasa karena kecanggihan teknologi. Kecanggihan teknologi tidak hanya menginspirasi kita dalam kebaikan, tetapi sungguh kita merasakan betapa banyak dampak negatif dari gadget tersebut apabila pendampingan orang tua tidak maksimal," ujarnya.
Selain menyoroti dampak negatif gawai (gadget), Rodiyah juga menyoroti fenomena sosial kedewasaan baru yang dinilai cukup memprihatinkan dan bertentangan dengan nilai agama, salah satunya adalah tren childfree (keputusan untuk tidak memiliki anak setelah menikah).
Melalui seminar ini, diharapkan para orang tua dan guru dapat memperluas wawasan serta pengetahuan parenting mereka. Dengan pendampingan yang maksimal dan pola asuh yang tepat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kokoh secara mental, moral, dan spiritual, serta mampu menyaring pengaruh buruk dari perkembangan zaman.
BACA JUGA:Anti Ribet! Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Perjalanan Jarak Jauh Jadi Makin Berkesan & Seru
Rodiyah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap fenomena sosial di era digital saat ini. Salah satunya adalah maraknya konten childfree di media sosial yang dinilai secara tidak langsung memengaruhi pola pikir generasi muda untuk memaklumi atau memilih gaya hidup tersebut karena alasan pendidikan maupun karier.
"Ini sungguh merupakan keprihatinan. Ditambah lagi, Jawa Barat saat ini berada di peringkat kedua untuk kasus LGBT. Masalah ini ada di tengah-tengah kita dan sangat dekat dengan kita," ungkapnya
Menyikapi tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks, seminar ini menekankan bahwa peran orang tua saat ini tidak boleh lagi sekadar bersifat formalitas atau pemenuhan kebutuhan dasar saja.
"Menjadi orang tua murid tidak hanya menyekolahkan, memberi makan, dan membesarkan saja. Tetapi pendampingan sampai anak mengerti mana yang hak (benar) dan mana yang batil (salah) adalah kewajiban kita semua," tegasnya.
BACA JUGA:Endah Pisan! MAXi Tour Boemi Nusantara Sukses Eksplor Panorama dan Budaya Bumi Pasundan
Pihaknya berharap seminar ini dapat membekali para orang tua dengan pemahaman psikologis dan spiritual yang kuat. Dengan demikian, mereka mampu memberikan pendampingan yang intensif agar anak-anak tidak mudah terpapar pengaruh negatif lingkungan dan mampu tumbuh menjadi generasi yang kokoh serta berkarakter. Rodiyah menambahkan, BPP Wanita Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon saat ini memiliki layanan pendidikan, TK, Kober, TPA, SLB, MTQ ( madrasah ta'alumil qur'an)
Intan Erlita MPsi, dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa Peran orang tua dalam mengasuh anak tidak bisa dibebankan kepada salah satu pihak saja. Kehadiran figur ayah secara penuh dalam pengasuhan dinilai sangat krusial dalam membentuk ketangguhan, rasa percaya diri, serta karakter kepemimpinan pada anak di masa depan.
Lebih jauh Intan menjelaskan bahwa anak yang mendapatkan pola asuh lengkap dan seimbang dari kedua orang tuanya akan tumbuh menjadi pribadi dengan karakter yang kuat. Keseimbangan ini memberikan rasa aman, rasa dicintai, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi pada anak.
"Anak-anak yang mendapatkan peran penuh dari ibu dan bapaknya, karakter mereka akan kuat. Mengapa? Karena dia merasa aman, merasa dicintai, lalu dia memiliki confidence (kepercayaan diri) dan tahu apa yang harus dilakukan," ujar Intan
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Terbongkar, KPK Desak Evaluasi e-Katalog
Dampak Hilangnya Peran Ayah (Fatherless)
Lebih lanjut, Intan memberikan peringatan serius mengenai fenomena hilangnya peran ayah dalam pengasuhan, baik karena kesibukan kerja maupun faktor lainnya. Menurutnya, hilangnya figur ayah dapat merenggut aspek-aspek penting dalam perkembangan psikologis anak yang tidak bisa digantikan oleh figur ibu.
"Hilang satu peran saja, contohnya peran ayah tidak ada karena ayah sibuk bekerja, maka apa yang hilang? Percaya diri, leadership (kepemimpinan), dan maskulinitas akan hilang," tegasnya.
Dampak dari kurangnya keterlibatan ayah, menurut Intan, dinilai sangat mengkhawatirkan, terutama bagi anak laki-laki. Intan menyebutkan bahwa banyak anak laki-laki saat ini yang kehilangan identitas diri mereka akibat minimnya figur keteladanan dari seorang ayah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

