Daya Motor

Dolar Tembus Tinggi, Pekerja Migran Asal Cirebon Raup Keuntungan Lebih Besar

Dolar Tembus Tinggi, Pekerja Migran Asal Cirebon Raup Keuntungan Lebih Besar

Efek kurs mata uang dolar AS yang terus menekan rupiah, banyak warga Kota Cirebon yang mendaftarkan diri sebagai calon pekerja migran sepanjang tahun 2026. -ABDULLAH-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membawa dampak tersendiri bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Cirebon.

Selain meningkatkan nilai kiriman uang yang diterima keluarga di tanah air, kondisi tersebut juga memicu meningkatnya minat masyarakat untuk mencari pekerjaan di luar negeri.

Fenomena ini terlihat dari jumlah warga Kota Cirebon yang mendaftarkan diri sebagai calon pekerja migran sepanjang tahun 2026.

BACA JUGA:Diduga Rugikan Belasan Calon PMI, Kadisnaker Kabupaten Cirebon Investigasi LPK yang Langgar Penempatan

Tingginya minat bekerja di luar negeri tidak hanya dipengaruhi oleh peluang memperoleh penghasilan lebih besar, tetapi juga karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah.

Pengantar Kerja Ahli Pertama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Dinul Muarif mengungkapkan, hingga Mei 2026 sebanyak 132 warga Kota Cirebon telah tercatat mendaftarkan diri sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Menurut Dinul, negara tujuan penempatan masih didominasi oleh Malaysia, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong.

Malaysia menjadi negara tujuan terbanyak dengan 42 orang CPMI, disusul Taiwan sebanyak 40 orang, Singapura 22 orang, dan Hong Kong 15 orang.

"Negara-negara tersebut masih menjadi tujuan utama karena kebutuhan tenaga kerja yang cukup tinggi serta peluang pendapatan yang dianggap lebih menjanjikan dibandingkan bekerja di dalam negeri," ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.

Selain negara tujuan, data Disnaker Kota Cirebon juga menunjukkan bahwa mayoritas pekerja migran masih berasal dari kalangan perempuan yang bekerja di sektor informal atau domestik.

BACA JUGA:KH May Dedu Jadi Imam Salat Id di Hongkong, Ajak PMI Teladani Keteguhan Siti Hajar

Kondisi ini menggambarkan bahwa peluang kerja luar negeri masih menjadi pilihan utama bagi perempuan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan layak di daerah asal.

Berdasarkan wilayah domisili, Kecamatan Lemahwungkuk menjadi penyumbang CPMI terbanyak dengan jumlah 39 orang.

Sebagian besar berasal dari Kelurahan Pegambiran dan Kelurahan Kasepuhan. Sementara itu, Kecamatan Harjamukti menyumbang 36 orang CPMI, Kecamatan Kejaksan 26 orang, Kecamatan Kesambi 19 orang, dan Kecamatan Pekalipan sebanyak 12 orang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait