Mengapa Harga Pertamax Disesuaikan? Memahami Perbedaan BBM Subsidi dan Non-Subsidi
Mengapa Harga Pertamax Disesuaikan? Memahami Perbedaan BBM Subsidi dan Non-Subsidi-Istimewa-Radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Penyesuaian harga Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat. Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) ini menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama mengenai alasan dibalik perubahan harga tersebut.
Namun, penting untuk dipahami bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang pengaturan harganya berbeda dengan subsidi BBM seperti Pertalite dan Biosolar.
Dikutip dari Instagram Resmi Sekretariat Kabinet, Sabtu (13/6), sebagai BBM non-subsidi, harga Pertamax mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi internasional.
Ketika harga minyak global mengalami kenaikan, harga BBM non-subsidi juga berpotensi mengalami penyesuaian agar tetap mencerminkan biaya pengadaan dan distribusi yang harus ditanggung oleh badan usaha.
BACA JUGA: Nobar Piala Dunia 2026 Gratis, Dorong Ekonomi Rakyat Hingga Ruang Kebersamaan Pemuda
Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia mengalami pergerakan yang cukup signifikan akibat berbagai faktor global, mulai dari terkuncinya geopolitik hingga gangguan rantai pasok energi internasional.
Kondisi tersebut berdampak pada biaya produksi dan pengadaan BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski demikian, pemerintah selama beberapa bulan sebelumnya telah menahan kenaikan harga BBM non-subsidi sehingga dampak kenaikan harga minyak dunia tidak langsung dirasakan masyarakat. Penyesuaian yang dilakukan saat ini merupakan respon terhadap perkembangan pasar energi yang terus berubah.
Sementara itu, masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir karena harga Pertalite dan Biosolar tetap terjaga. Saat ini harga Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter sesuai ketentuan pemerintah.
BACA JUGA: Piala Dunia 2026: Maroko Tahan Gempuran Brasil, Laga Berakhir 1-1
*Penyesuaian Harga Tetap Memperhatikan Daya Beli Masyarakat*
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan tidak ada perubahan pada harga subsidi BBM. Menurut dia, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Simon menjelaskan bahwa penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM non-subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai diterapkan sejak 10 Juni 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global serta pergerakan harga minyak di pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

