Daya Motor

Muhammad Yani, Petani Perkotaan Sukses Manfaatkan Pekarangan Menjadi Pertanian Terpadu

Muhammad Yani, Petani Perkotaan Sukses Manfaatkan Pekarangan Menjadi Pertanian Terpadu

Muhammad Yani Petani Perkotaan, Sukses Menfaatkan Pekarangan Menjadi Pertanian Terpadu-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, warga Kelurahan Karya Mulya membuktikan bahwa produktivitas pangan tetap bisa digenjot dari halaman rumah.

Memanfaatkan momen "Jumat Berkah" setelah kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan, Jumat (26/6/2026) warga RW 9 Situgangga kelurahan Karya Mulya Kecamaan Kesambi menunjukkan keberhasilan mereka dalam mengelola pertanian terpadu di pekarangan dengan dengan lahan terbatas.

Muhammad Yani, salah seorang masyarakat di kelurahan Karya Mulya sukses menyulap lahan pekarangan rumahnya menjadi kebun produktif yang hijau. Yani tidak sendirian,  Bersama rekan-rekan warga lainnya, termasuk I Ketut S mereka bahu-membahu menanam berbagai komoditas pangan yang kini telah memasuki masa panen.

Meski lahan yang dimiliki tidak terlalu luas, Muhammad Yani berhasil menanam berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan. Di kebunnya, tampak hamparan kangkung dan bayam yang subur, serta bibit terong dan tomat yang mulai tumbuh. Namun, fokus utama dari pertanian pekarangan ini adalah budidaya cabai.

BACA JUGA:PSSI Resmi Daftarkan 2 dari 5 Nama Naturalisasi Timnas Indonesia Tahun Ini! Berikut Daftar Lengkapnya

"Yang akan diprioritaskan di sini adalah cabai, khususnya jenis 'cabai setan' yang saat ini sedang tren dan harganya cukup pedas di pasaran. Kami sudah menyiapkan sekitar 100 polybag, dan yang sudah tersebar serta ditanam di tanah ada lebih dari 50 pohon agar pertumbuhannya lebih kuat dan cepat," ujar Yani.

Selain sayuran, di area pinggir pekarangan juga ditanami pohon buah-buahan seperti pepaya dan jambu, serta tanaman rempah seperti jahe. Hebatnya, seluruh sayuran yang ditanam di sini murni menggunakan sistem organik tanpa campuran pestisida kimia, sehingga sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Sebagai petani perkotaan yang masih dalam tahap belajar, Yani mengaku masih menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah serangan hama pada tanaman bayam yang menyebabkan daunnya berlubang akibat aktivitas kupu-kupu atau belalang. Kendati demikian, dirinya terus berkonsultasi untuk mencari solusi organik terbaik guna mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu I Ketut S memberikan apresiasi yang tinggi atas inovasi ini. Menurutnya, pekarangan rumah tersebut sudah menerapkan konsep pertanian terpadu (integrated farming) yang sangat ideal.

BACA JUGA:Siap Tantang Aerox 155: Vario Evo 160 Terbaru 2026 Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta

"Ini luar biasa karena sudah menerapkan pertanian terpadu. Bukan hanya tanaman pangan dan sayuran saja, tetapi ke depannya juga memadukan unsur perikanan dan peternakan. Tiga komoditas unggulan ada di satu tempat," puji Ketut yang juga dosen di fakultas Pertaniana UGJ Cirebon.
 
Untuk hasil panen perdana kangkung kali ini, Muhammady Yani memilih untuk tidak menjualnya, melainkan membagikannya kepada para tetangga dan saudara sekitar sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan antargama.

Ke depan, Yani bersama kelompok masyarakat Kelurahan Karya Mulya memiliki komitmen untuk terus menggali potensi lahan-lahan kosong yang ada di wilayah mereka agar bisa dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif yang lebih luas.

Melalui gerakan ini, diharapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga di area perkotaan dapat terwujud secara mandiri. (abd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait